Menyambut dan memeriahkan
peringatan Isra dan Mi’raj Remaja Masjid Dusun Teloke Lauk Desa Batulayar
Kecamatan Batulayar menggelar acara Zikir Zaman. Zikir Zaman atau dalam Bahasa
Sasak dikenal dengan istilah “Nyaman” ini ternyata hingga kini masih menjadi
hiburan yang digemari masyarakat. Komunitas Islam biasanya menggelar “Nyaman”
ini untuk menyambut hari-hari besar Islam, syukuran, dan lain-lain yang masih
bernafaskan Islami. Sebagaimana yang terlihat dalam gambar, personel “Nyaman”
ini tak kurang dari 50 orang bahkan bisa lebih. Kepala Desa Batulayar, H. M.
Taufiq, mengatakan nyaman ini sengaja digelar untuk menyambut perayaan
Isra’ dan Mi’raj. Di samping itu, “Nyaman” ini bisa dijadikan sebagai sarana
hiburan yang menyenangkan masyarakat, demikian komentar Taufiq.
Nyaman merupakan tradisi
yang masih melekat di kalangan masyarakat Islam. Nyaman merupakan acara
puji-pujian atau pengagungan Allah, Nabi/ Rasul, para sahabat para ulama yang
telah mendahului kita. Nyaman semakin lekat dan menarik perhatian karena
dihiasi oleh tarian-tarian yang diperagakan mirip gerakan pencak silat. Butuh
latihan panjang bahkan keterampilan khusus untuk bisa memeragakan adegan nyaman
agar menjadi menarik.
Sulitnya peragaan atau
prakek nyaman ini menjadikan komunitasnya sulit terbentuk. Biasanya, komunitas
Nyaman terdiri dari personel-personel yang berasal dari Dusun-Dusun yang
berbeda. Menurut hemat penulis “Nyaman” bisa diibaratkan seperti kumpulan
Anggota “Pasukan Amphibi”. Memiliki struktur organisasi yang jelas dan terarah.
Bila ada yang membutuhkan atau berhajat mengadakan ‘Nyaman” komunitas Nyaman
pun diundang. Lantunan ayat-ayat suci al-Qur’an, shawalat, serta pujian
dilagukan dengan merdu. Nyaman lazimnya diadakan pada malam hari dan dihadiri
oleh kerumunan warga yang menyaksikannya. Masyarakat kampong tidak asing dengan
Nyaman ini apalagi untuk menyambut hari-hari Besar Islam. Nyaman merupakan
tradisi Islam yang masih eksis dan masih menjadi tradisi unik masyarkat Islam,
khususnya Pulau Lombok.