Tindak-lanjut pelaksanaan program Lembaga
Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kecamatan Batulayar mulai terlihat serius.
Proses tindak-lanjut tersebut ditandai dengan mulainya penjaringan para peserta
yang akan dijadikan sebagai wakil-wakil Kecamatan Batulayar dalam menghadapi
Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Lombok Barat yang akan
segera digelar. Informasi yang diperoleh bahwa Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ)
Tingkat Kabupaten Lombok Barat akan digelar pada Bulan Mei yang dipusatkan di
Kecamatan Labuapi.
Di Kecamatan Batulayar, penjajakan para calon
peserta lomba masih terus dilakukan. Rapat perdana para pengurus Lembaga
Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kecamatan Batulayar dipusatkan di Kantor
Urusan Agama (KUA) Batulayar dan dihadiri oleh seluruh pembina, coordinator yang
ditugaskan untuk merekrut peserta. Untuk sementara, hasil penjaringan peserta
belum mencapai titik final. Itu semua disebabkan karena masih adanya
coordinator yang belum fix dengan peserta yang didatanya.
Tafsir Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Bahasa
Indonesia, dan hafalan tingkat 30 (Tiga puluh) Juz dan hafalan yang disertai
tilawah semua itu merupakan mata lomba yang sulit sehingga kita kesulitan untuk
menjari pesertanya, demikian pengakuan salah satu coordinator lapangan. Namun sesuai
komitmen dan instruksi Camat Batulayar saat rapat di Kantor Camat Batulayar,
bahwa para calon peserta yang akan mewakilkan Batulayar pada MTQ tahun ini
diprioritaskan untuk putera daerah. Dengan kata lain, para peserta harus
berasal dari wilayah Kecamatan Batulayar.
Kita berdayakan orang kita dulu,
masalah juara nanti belakangan yang penting mereka bisa ditampilkan dan bisa
ikut ambil peran, demikian keterangan H. Mujtahidin, MA yang bertindak sebagai
dewan Pembina Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kecamatan Batulayar.
Pernyataan tersebut diamini oleh seluruh coordinator dan undangan yang
mengikuti Acara di Aula KUA Kecamatan Batulayar.
Guna mensukseskan acara, semua pihak harus
tetap kerja sama dengan baik, terus menjalin koordinasi, karena lembaga semisal
LPTQ ini bukan hanya milik pribadi melainkan milik bersama, demikian harapan
para Pembina LPTQ Kecamatan Batulayar.
