Isra dan Mi’raj merupakan salah satu dari ritual Islam yang masih hidup hingga saat ini. Biasanya, perayaan hari bersejarah bagi umat Islam tersebut disambut dan dimeriahkan dengan berbagai acara. Di Kota besar, telebih di desa-desa, bahkan pelosok-pelosok perkampungan. Peringatan perjalanan Nabi Muhammad SAW. untuk menerima perintah shalat 5 (lima) waktu dari Allah SWT. selalu diperingati dan dirayakan oleh komunitas Islam.
Di Dusun Pelolat Desa Bengkaung Kecamatan Batulayar Lombok Barat, Dusun Pelolat merupakan dusun yang tak pernah alpa dengan kegiatan peringatan Isra’ dan Mi’raj. Kamis, 7 Juni 2012 merupakan hari pelaksanaan digelarnya acara. Lazimnya, peringatan tersebut mengundang berbagai unsure pemerintah, dari tingkat RT, hingga Kecamatan.
Dusun Pelolat, merupakan salah satu potret Dusun terpencil di wilayah Kecamatan Batulayar. Namun, di Dusun yang jauh dari keramaian dan hiruk-pikuk tersebut, ritual-ritaul dan tradisi keagamaan Islam,; peringatan Isra’ dan Mi’raj, Maulid Nabi, Safari Ramadhan, etc. masyarakat tak pernah ketinggalan. Mereka selalu bergairah, bahkan menumpahkan kegembiraannya di hari-hari bersejarah dan bernilai ibadah tersebut.
Akses jalan menuju Dusun tersebut pun terjal, seolah tantangan. Sulit, ngeri, apalagi jika kita mengunjungi di saat musim hujan. Jalan setapak (rabat). Meskipun begitu, banyak yang mengesankan di daerah yang dipimpin oleh Ahmad Raimah selaku Kepala Desa Bengkaung. Pemandangan nan indah dan menyejukkan, penduduk yang ramah-tamah, sopan-santun dan perilaku kesederhanaan mereka sehari-hari seakan menjadikan kita merasa betah dan penuh kedamaian. Bukan itu saja, melainkan dari segi kesehatan, utamanya polusi dan pencemaran udara dapat terjamin. Hal tersebut dikarenakan Dusun berada di daerah pegunungan.