Senin, 25 Juni 2012

LANGKAH KE BAITULLAH SUDAH DEKAT


Ibadah haji merupakan salah satu dari rangkaian daripada rukun Islam yang wajib ditunaikan. Bagi orang Islam yang telah mampu, ibadah ke tanah suci Makkah tersebut merupakan suatu kewajiban yang harus ditunaikan. Selain mendapatkan pahala, juga merupakan pertanda bagi kesempurnaan Islam seseorang. Berbicara masalah ibadah haji, dalam kitab Suci Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah Muhammad SAW., begitu banyak penjelasan tata cara, kelebihan serta pahala yang diraih kelak bagi orang yang telah melakukan Rukun Islam dengan benar dan sesuai tuntutan.
TGH. Mujtahidin, Lc, M. Ag
Alih-alih pembicaraan tentang haji, bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat khususnya, keberadaan Bandara Internasional Lombok (BIL) yang akan dijadikan sebagai salah satu Embarkasi Haji menjadi sebuah kabar gembira. Bandara Internasional Lombok (BIL) merupakan suatu bentuk dukungan dari masyarakat an sich, tetapi juga merupakan suatu terobosan cerdas dari pimpinan wilayah, dalam hal ini Gubernur NTB. Bandara Internasional Lombok (BIL) menjadi suatu kebanggaan masyarakat NTB an sich, namun juga merupakan atau bagian dari salah satu “symbol” kemajuan suatu daerah.
Menurut Pimpinan Pondok Pesantren Madrasatul Qur’aniyah, TGH. Mujtahidin, Lc, M. Ag, tahun 2012 ini BIL akan mulai dijadikan sebagai Embarkasi Jamaah Haji NTB. Meskipun secara kuota wilayah Nusa Tenggara Barat belum mencapai target yang telah ditentukan. Target 7000 (tujuh ribu) Jamaah Calon Haji untuk wilayah Nusa Tenggara Barat memang belum sebanding, namun menurut keterangan Haji Mujtahidin, akan disupport dari daerah Nusa Tenggara Timur dan Bali. Tetapi, Bali juga belum pasti, begitu lanjut H. Mujtahidin yang juga menjabat sebagai Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Batulayar tersebut.
Tahun 2012 di Nusa Tenggara Barat telah tercatat 4600 (empat ribu enam ratus) Jamaah Calon Haji (JCH) yang akan diberangkatkan ke tanah suci. Pengurusan jamaah haji melibatkan banyak pihak, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, Menteri Perhubungan, Menteri Hukum dan HAM, dan Menteri Luar Negeri tentunya. Konsekuensinya dan aturannya juga sudah jelas, demikian urai H. Mujtahidin di ruang kerjanya.
Ditanya tentang jamaah calon haji yang berasal dari Kecamatan Batulayar Lombok Barat, Pak Kiai mengatakan bahwa terdapat 33 (tiga puluh tiga) orang yang telah terdaftar untuk menunaikan ibadah wajib sekali setahun bagi orang Islam yang telah mampu tersebut. Dari 33 jamaah calon haji yang diterbangkan ke Makkah, jamaah perempuan mendominasi. 18 perempuan dan 15 jamaah calon haji pria. Di KUA juga kita akan melakukan pembibingan manasik haji. 11 kali pertemuan yang sudah diatur jadwal, mungkin beberapa hari ke depan kita akan memanggil/ mengundang mereka (calon-calon haji) untuk berdiskusi tentang pembinaan manasik yang akan kita lakukan di sini, demikian penjelasan alumnus Al-Azhar Mesir tersebut.
Dari narasi di atas, dapat ditarik pemahaman bahwa keberadaan Bandara Internasional Lombok (BIL) memudahkan alur transportasi pemberangkatan Jamaah Calon Haji (JCH) ke Tanah Suci Makkah bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat, disamping dapat mengurangi biaya jika harus menggunakan daerah lain sebagai embarkasi haji seperti sebelumnya. Begitulah kiranya pemahaman bahasa, “LANGKAH KE BAITULLAH SUDAH DEKAT”.