Acara Wisuda santriwan dan santriwati Raudhaltul Athfal (RA) as-Shohabah Pondok Pesantren Madrasatul Qur’aniyah Desa Sandik Kecamatan Batulayar kembali digelar. Wisuda yang ketiga kali ini pun tetap meriah. Sebagaimana acara wisuda pada tahun-tahun sebelumnya, berbagai acara ditampilkan untuk merangkai kegiatan penamatan santri-santriwati yang akan berpindah jenjang pendidikan. Qasidah, pidato, serta amal-amalan khas Pondok Pesantren Madrasatul Qur’aniyah pun tak ketinggalan mengambil peran untuk memeriahkan acara sekali setahun tersebut.
Sebanyak 38 putra-putri Raudhlatul Athfal atau siswa-siswi setaraf Taman Kanak-Kanak (TK) tersebut berpakaian lengkap didampingi wali mereka siap untuk diwisuda. Sebagai pimpinan tertinggi Yayasan, TGH. Mujtahidin, LC pun siap melakukan tugas mulia untuk memberikan tanda telah selesainya pelajaran TK. Kini santriwan dan santriwati yang telah diwisuda pun akan menapaki jenjang pendidikan yang satu strip lebih tinggi dari yang telah ditinggalkan, dari Taman Kanak-Kanak menuju Sekolah Dasar (SD). Santri yang sebagian besar berasal dari penduduk setempat atau daerah di sekitar Pondok Pesantren Madrasatul Qur’aniyah tersebut merupakan generasi penerus, pejuang, agama dan bangsa.
Kehidupan dan pergaulan sekitar pondok pesantren memang tetap memberikan suasana kesejukan. Pendidikan yang menjadi mainstream dapat menjadikan hidup tidak hanya berarti, namun bermakna. Meskipun bernuansa seremoni, acara wisuda bagi anak-anak dapat menjadi sebuah symbol, atau setidaknya menjadi magnet bagi orangtua untuk sadar akan pentingnya pendidikan.