Guna
menyongsong pelaksanaan Ujian Nasional (UN) yang akan berlangsung sekitar bulan
April, siswa-siswi peserta ujian menyambutnya dengan antusias. Selain rutin mengikuti
les sebagai pelajaran tambahan sekolah, dari pihak sekolah pun melakukan persiapan
untuk mengkarantina peserta Ujian Nasional (UN) Tahun Pelajaran 2012/ 2013.
Madrasah
Tsanawiyah Satu Atap (MTs-SA) Pondok Pesantren Madrasatul Qur’aniyah tahun
merupakan kali pertamanya mengadakan karantina bagi peserta UJian Nasional. Menyepakati
persiapan Karantina, pihak sekolah mengundang wali santri untuk duduk bersama
guna membahas proses penggemblengan sementara. Proses karantina perdana bagi
MTs-SA Madrasatul Qur’aniyah ini akan melibatkan semua dewan guru yang ada di
madrasah. Ini semua dilakukan dikarenakan Pondok Pesantren akan mengeluarkan
alumni MTs untuk pertama kalinya sejak berdiri pada tahun 2010 silam.
Kehadiran
para wali santri di gedung rapat pondok pesantren untuk membahas bagaimana system
pemondokan sementara santri. M. Habibi selaku Kepala Madrasah membahas; penginapan
siswa-siswi, makan-minum, proses pengemblengan-ujian berakhir merupakan materi
yang dijelaskan saat rapat oleh Kepala Madrasah.
Materi
seputar penginapan dan makan-minum peserta karantina banyak mengundang
pertanyaan dari wali yang hadir. Dari 32 siswa-siswi yang akan dikarantina, 6 orang
wali santri berhalangan hadir dikarenakan ada kesibukan lain. Pada pertemuan
yang dimulai sejak pukul 08:30 tersebut, beberapa wali santri siap akan
membayarkan anaknya untuk biaya makan-minum selama dikarantina, selebihnya akan
mengantarkan anaknya ke lokasi karantina.
Bagi
yang tempat tinggalnya jauh dari madrasah dan kalau tidak mau repot lebih baik
membayarkan anaknya untuk sekedar makan-minum selama karantina,
demikian ujar Kepala Madrasah saat rapat. Adapun besaran biaya makan-minum
selama 1 tersebut yaitu, 300. 000, (Tiga ratus ribu rupiah) dan
dapat diangsur 2 kali. Habibi menambahkan, adapun wali santri yang letak
rumahnya dekat dengan madrasah, bisa mengantarkan anaknya langsung ke lokasi. Namun
di sini kami tetap memberikan pilihan kepada wali santri, bagaimana baiknya,
kalau memang anaknya mau diantarkan untuk makan-minumnya, meskipun rumahnya
jauh, silakan saja, dukungan orang tua untuk keberhasilan anak
sangat diperlukan, begitu ujar Habibi.
Proses
karantina akan dimulai pada tanggal 11 Maret 2013. Jadi setidaknya wali santri
harus mengantarkan anaknya pada hari Minggu sore tanggal 10 Maret 2011 untuk melaporkan
diri kepada petugas yang ada di sekolah.