Jumat, 08 Maret 2013

PERSIAPAN KARANTINA PESERTA UN PONPES MADRASATUL QUR'ANIYAH



Guna menyongsong pelaksanaan Ujian Nasional (UN) yang akan berlangsung sekitar bulan April, siswa-siswi peserta ujian menyambutnya dengan antusias. Selain rutin mengikuti les sebagai pelajaran tambahan sekolah, dari pihak sekolah pun melakukan persiapan untuk mengkarantina peserta Ujian Nasional (UN) Tahun Pelajaran 2012/ 2013.
Madrasah Tsanawiyah Satu Atap (MTs-SA) Pondok Pesantren Madrasatul Qur’aniyah tahun merupakan kali pertamanya mengadakan karantina bagi peserta UJian Nasional. Menyepakati persiapan Karantina, pihak sekolah mengundang wali santri untuk duduk bersama guna membahas proses penggemblengan sementara. Proses karantina perdana bagi MTs-SA Madrasatul Qur’aniyah ini akan melibatkan semua dewan guru yang ada di madrasah. Ini semua dilakukan dikarenakan Pondok Pesantren akan mengeluarkan alumni MTs untuk pertama kalinya sejak berdiri pada tahun 2010 silam.
Kehadiran para wali santri di gedung rapat pondok pesantren untuk membahas bagaimana system pemondokan sementara santri. M. Habibi selaku Kepala Madrasah membahas; penginapan siswa-siswi, makan-minum, proses pengemblengan-ujian berakhir merupakan materi yang dijelaskan saat rapat oleh Kepala Madrasah.
Materi seputar penginapan dan makan-minum peserta karantina banyak mengundang pertanyaan dari wali yang hadir. Dari 32 siswa-siswi yang akan dikarantina, 6 orang wali santri berhalangan hadir dikarenakan ada kesibukan lain. Pada pertemuan yang dimulai sejak pukul 08:30 tersebut, beberapa wali santri siap akan membayarkan anaknya untuk biaya makan-minum selama dikarantina, selebihnya akan mengantarkan anaknya ke lokasi karantina.
Bagi yang tempat tinggalnya jauh dari madrasah dan kalau tidak mau repot lebih baik membayarkan anaknya untuk sekedar makan-minum selama karantina, demikian ujar Kepala Madrasah saat rapat. Adapun besaran biaya makan-minum selama 1 tersebut yaitu, 300. 000, (Tiga ratus ribu rupiah) dan dapat diangsur 2 kali. Habibi menambahkan, adapun wali santri yang letak rumahnya dekat dengan madrasah, bisa mengantarkan anaknya langsung ke lokasi. Namun di sini kami tetap memberikan pilihan kepada wali santri, bagaimana baiknya, kalau memang anaknya mau diantarkan untuk makan-minumnya, meskipun rumahnya jauh, silakan saja, dukungan orang tua untuk keberhasilan anak sangat diperlukan, begitu ujar Habibi.
Proses karantina akan dimulai pada tanggal 11 Maret 2013. Jadi setidaknya wali santri harus mengantarkan anaknya pada hari Minggu sore tanggal 10 Maret 2011 untuk melaporkan diri kepada petugas yang ada di sekolah.