Jumat, 29 Maret 2013

HIDUP INDAH SETELAH PENSIUN



Hidup ini akan indah jika dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Berbagai cara untuk mengaplikasikan nilai-nilai keindahan dalam menjalani kehidupan. Seorang pengusaha misalnya, ia akan merasakan keindahan hidup dengan hasil usahanya, harta yang berlimpah, pusat perhatian, hidup mewah dan serba wow. Seorang pelajar bisa menikmati keindahan hidupnya dengan segudang prestasinya, atlet juga demikian dan seterusnya. Lalu bagaimana dengan seorang Pensiunan Pegawai Negeri Sipil menikmati keindahan hidupnya? Apa saja aktifitas yang kerap dilakukan jika mereka pensiun? Pertanyaan-pertanyaan tersebut sering terlontar, atau setidaknya orang mungkin akan bertanya, kira-kiranya aktifitas apakah yang akan dijalani setelah berhenti tugas dinas?
Muhamad Maulud adalah seorang pensiunan Pegawai Negeri Sipil, beliau terhitung pensiun sejak September 2011 silam. Pangkat terakhir Muhamad Maulud adalah IV/a dan sebagai Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial (Kasi Kessos) Kecamatan Narmada. Meskipun telah pensiun, Bapak 8 anak ini tidak berhenti berkreasi dan beraktifitas. Kini Muhamad Maulud eksis menikmati keindahan hidupnya dengan berternak ayam. Tidak tanggung-tanggung kini Muhamad Maulud memiliki tak kurang dari 800 ekor ayam untuk dipeternakkan. Proses ini baru berjalan dua bulan setengah (2,5) bulan, sebentar lagi kita bisa panen telurnya, demikian cerita Mantan Kepala Seksi PMD Kecamatan Batulayar ini. Pekerjaan ini memang cita-cita saya, saya ingin memberikan contoh kepada masyarakat bagaimana bisa membuat, mengembangkan usaha sendiri pada akhirnya nanti saya bisa menciptakan lapangan pekerjaan yang dapat membantu tugas pemerintah, begitu cerita dari suami Johariah ini.
Untuk pembuatan fasilitas kandang ayam ini, Muhamad Maulud menghabiskan tak kurang dari  Rp. 30. 000. 000,- (Tiga puluh juta rupiah). Untuk pakan ternak, dalam seminggu beliau rela menggelontorkan dana Rp. 300. 000,- sampai Rp. 350. 000,-. Memang sekarang kita harus berkorban dulu, hasilnya nanti belakangan, ujarnya.
Perjalanan menternakkan ayam oleh mantan pejabat ini pun kian menarik perhatian. Di samping menternakkan, dia juga langsung membibit ayam sendiri. Harapannya, ini dilakukan setidaknya dia tidak lagi repot untuk mencari bibit dari orang (penjual), namun mampu menghasilkan dan menjual bibit ayam dari usia tertentu, anak ayam dengan usia dua bulan, empat bulan, misalnya.
Yang tak kalah menghebohkan, manusia yang hobi membaca dan berdiskusi ini memiliki inovasi yang hebat. Inovasinya membuat alat penetas ayam secara manual. Dengan alat tersebut setidaknya, ayam akan menjadi lebih banyak dan berkembang dengan cepat. Namun, setiap usaha tak lepas dari ujian dan tantangan. Diakuinya, selama menjalankan ternak ayam ini, tak kurang dari 65 (Enam puluh lima) ekor ayamnya yang telah tewas terserang penyakit. Tahun kemarin sekitar, 65 ekor ayam mati dan tahun ini mengalami peningkatan, tahun ini, 5 ekor yang masih kecil mati terserang penyakit. Semuanya kita berikan vaksin lengkap, demikian tutupnya.
Motivasi ini sangat berharga bagi kita, tidak hanya bagi pegawai yang akan menghadapi masa pensiun. Bertenak ayam, disamping mendapatkan untung yang besar, bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, meningkatkan gizi (dengan mengkonsumsi telur), beternak ayam bisa menghilangkan rasa stress setelah tidak menjadi abdi negara dan akhirnya kita dapat menjalani hidup ini dengan indah.
Alat Penetas Ayam