Beginilah suasana ruangan kerja Kantor Kepala
Desa Batulayar Kecamatan Batulayar Kabupaten Lombok Barat. Terlihat Perangkat
Desa Batulayar sudah normal kembali melakukan rutinitas sebagai pelayan
masyarakat. Kehangatan dan keakraban masing-masing staf desa pun masih berjalan
lancar pasca Kantor Kepala Desa dibobol maling beberapa hari yang lalu
Pembobolan Kantor Kepala Desa Batulayar oleh
orang tak dikenal mengakibatkan raibnya satu unit computer milik kantor.
Keesokan harinya, para perangkat Desa dikagetkan dengan tidak ditemukannya satu
unit computer sebagaimana tempat biasanya. Menurut keterangan Amaq Agul,
setelah menawarkan buku Iqra’, pencuri sempat ke belakang mengitari belakang
Kantor Kepala Desa. Kuat dugaan jika pencuri tersebut membobol pintu bagian
belakang kantor.
Tanpa curiga, penjaga Kantor dibiarkan lolos
usai mengitari halaman belakang kantor. Rupanya, pencuri sedang mengatur
siasat arah lewat mana computer akan dibawa atau diselundupkan. Tidak curiga
sedikitpun, dan saya pun sempat ngobrol dengan pemuda yang menawarkan buku
tersebut, begitu cerita Amaq Agul.
Hilangnya satu unit computer lengkap membuat
para staf desa merasa kebingungan. Bisa dibayangkan jika banyaknya data yang
tersimpan di dalam computer yang dicuri tersebut. Kalau komputernya
mungkin bisa saja kita beli yang baru, namun yang paling penting adalah
data-data yang ada di dalamnya, susah sekali untuk membuatnya karena harus
memulai dari awal, begitu komentar Risalah salah seorang staf Kantor Desa
Batulayar.
Pelajaran berharga pun bisa dipetik dari
kasus yang menimpa Kantor yang dipimpin Taufiq. Kejahatan bisa dilakukan kapan
saja dengan berbagai cara untuk mengelabuhi petugas, salah satunya dengan
sengaja menawarkan buku seperti kasus di atas. Berangkat dari itulah menuntut
kita untuk tetap waspada kepada orang yang tak dikenal ketika akan menghampiri.
Jika menemukan tanda-tanda mencurigakan, sebaiknya langsung menghubungi petugas
keamanan atau aparat, jangan main hakim sendiri.
