Rabu, 20 Mei 2015

KANTOR DESA BATULAYAR DIBOBOL MALING

Beginilah suasana ruangan kerja Kantor Kepala Desa Batulayar Kecamatan Batulayar Kabupaten Lombok Barat. Terlihat Perangkat Desa Batulayar sudah normal kembali melakukan rutinitas sebagai pelayan masyarakat. Kehangatan dan keakraban masing-masing staf desa pun masih berjalan lancar pasca Kantor Kepala Desa dibobol maling beberapa hari yang lalu
.
Dibobolnya Kantor Desa Batulayar oleh tamu tak dikenal yang terjadi pada sore tersebut tak mencurigakan Penunggu yang ditugaskan oleh H.M. Nur Taufiq selaku Kepala Desa. Berawal dari kedatangan seorang penjaja buku yang kemudian mampu mengelabuhi Amaq Agul selaku penjaga Kantor. Tanpa curiga sedikit pun kepada pelaku, amaq Agul malah sempat mengobrol ringan dengan pencuri yang mengaku dari Sulawesi tersebut.
Pembobolan Kantor Kepala Desa Batulayar oleh orang tak dikenal mengakibatkan raibnya satu unit computer milik kantor. Keesokan harinya, para perangkat Desa dikagetkan dengan tidak ditemukannya satu unit computer sebagaimana tempat biasanya. Menurut keterangan Amaq Agul, setelah menawarkan buku Iqra’, pencuri sempat ke belakang mengitari belakang Kantor Kepala Desa. Kuat dugaan jika pencuri tersebut membobol pintu bagian belakang kantor.
Tanpa curiga, penjaga Kantor dibiarkan lolos usai mengitari halaman belakang kantor. Rupanya, pencuri sedang mengatur siasat arah lewat mana computer akan dibawa atau diselundupkan. Tidak curiga sedikitpun, dan saya pun sempat ngobrol dengan pemuda yang menawarkan buku tersebut, begitu cerita Amaq Agul.
Hilangnya satu unit computer lengkap membuat para staf desa merasa kebingungan. Bisa dibayangkan jika banyaknya data yang tersimpan di dalam computer yang dicuri tersebut. Kalau komputernya mungkin bisa saja kita beli yang baru, namun yang paling penting adalah data-data yang ada di dalamnya, susah sekali untuk membuatnya karena harus memulai dari awal, begitu komentar Risalah salah seorang staf Kantor Desa Batulayar.
Pelajaran berharga pun bisa dipetik dari kasus yang menimpa Kantor yang dipimpin Taufiq. Kejahatan bisa dilakukan kapan saja dengan berbagai cara untuk mengelabuhi petugas, salah satunya dengan sengaja menawarkan buku seperti kasus di atas. Berangkat dari itulah menuntut kita untuk tetap waspada kepada orang yang tak dikenal ketika akan menghampiri. Jika menemukan tanda-tanda mencurigakan, sebaiknya langsung menghubungi petugas keamanan atau aparat, jangan main hakim sendiri.