Rabu, 05 Juni 2013

KINERJA KADER POSYANDU BELUM OPTIMAL

Tak ada yang akan mengingkari kata “Sehat Itu Mahal”. Orang siap mengorbankan apa saja agar menjadikannya tetap sehat dan segar-bugar. Pentingnya kesehatan terus dipantau oleh pihak pemerintah dari unit terkecil semisal Puskesmas. Triliyunan dana digelontorkan oleh Pemerintah Pusat maupun daerah sebagai bentuk perhatian dan kepedulian akan kesehatan masyarakat. Barangkali dengan alasan itulah kesehatan menjadi salah satu Indek Pembangunan Manusia yang perlu untuk difokuskan.
Keberadaan pusat-pusat layanan kesehatan masyarakat hingga dusun-dusun terpencil kini dapat terambah. Sarana tersebut dilengkapi dengan perangkat-perangkat pengelola kesehatan seperti Bidan hingga Kader Posyandu, dari Kader Posyandu tingkat Dusun dan Desa.
Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat pun tetap memberikan perhatian kepada Kader-kader sebagai perpanjangan-tangan untuk mengecek serta mengevaluasi kadar tingkat Kesehatan masing-masing wilayah. Menurut Data Puskesmas Meninting, di Kecamatan Batulayar saja sudah memiliki 60 (Enam puluh) Posyandu. Kalkulasi tersebut ada sebelum adanya pemekaran Desa. Setelah memekarkan 3 (Tiga) Desa di Kecamatan Batulayar, kini Posyandu bertambah menjadi 63 (Enam puluh tiga).
Pusat Kesehatan Kecamatan melalui Puskesmas Meninting Kecamatan Batulayar menilai, kinerja dari kader-kader yang ada pada masing-masing Posyandu belum maksimal. Capaian target berkisar pada 0,8 % (Nol koma delapan) Persen. Melihat target yang demikian ringan dan rendah, Pihak Puskesmas Meninting didampingi Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat mengumpulkan seluruh kader untuk dievaluasi kinerjanya. Evaluasi kader Posyandu oleh Dinas Kesehatan diharapkan akan meningkatkan kinerja dan kerja para Kader untuk tetap optimal untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dalam bidang kesehatan.
Salah satu tutor dari Dinas Kesehatan Kabupaten memberikan arahan terkait kinerja Posyandu pada masing-masing wilayah. Pada pertemuan tersebut, pembicara dari Dinas Kesehatan Lombok Barat tersebut mengambil sample keberhasilan salah satu Posyandu hingga menembus tingkat Nasional. Kabupaten Sumbawa Barat perlu dicontoh, mereka berhasil meraih predikat terbaik di Tingkat Nasional karena keberhasilan program yang telah dicapainya, demikian cerita Ibu berjilbab tersebut.
Pengumpulan para Kader-kader Posyandu tingkat Dusun dan Desa tersebut diharapkan mampu berkeja dengan optimal sesuai dengan garis-garis aturan yang telah ditetapkan. Baik untuk standar kabupaten maupun Kecamatan.