Tak ada yang akan mengingkari kata “Sehat
Itu Mahal”. Orang siap mengorbankan apa saja agar menjadikannya tetap
sehat dan segar-bugar. Pentingnya kesehatan terus dipantau oleh pihak
pemerintah dari unit terkecil semisal Puskesmas. Triliyunan dana digelontorkan
oleh Pemerintah Pusat maupun daerah sebagai bentuk perhatian dan kepedulian
akan kesehatan masyarakat. Barangkali dengan alasan itulah kesehatan menjadi
salah satu Indek Pembangunan Manusia yang perlu untuk difokuskan.
Keberadaan pusat-pusat layanan kesehatan
masyarakat hingga dusun-dusun terpencil kini dapat terambah. Sarana tersebut
dilengkapi dengan perangkat-perangkat pengelola kesehatan seperti Bidan hingga
Kader Posyandu, dari Kader Posyandu tingkat Dusun dan Desa.
Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat pun
tetap memberikan perhatian kepada Kader-kader sebagai perpanjangan-tangan untuk
mengecek serta mengevaluasi kadar tingkat Kesehatan masing-masing wilayah.
Menurut Data Puskesmas Meninting, di Kecamatan Batulayar saja sudah memiliki 60
(Enam puluh) Posyandu. Kalkulasi tersebut ada sebelum adanya pemekaran Desa.
Setelah memekarkan 3 (Tiga) Desa di Kecamatan Batulayar, kini Posyandu
bertambah menjadi 63 (Enam puluh tiga).
Pusat Kesehatan Kecamatan melalui Puskesmas
Meninting Kecamatan Batulayar menilai, kinerja dari kader-kader yang ada pada
masing-masing Posyandu belum maksimal. Capaian target berkisar pada 0,8 % (Nol
koma delapan) Persen. Melihat target yang demikian ringan dan rendah, Pihak
Puskesmas Meninting didampingi Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat
mengumpulkan seluruh kader untuk dievaluasi kinerjanya. Evaluasi kader Posyandu
oleh Dinas Kesehatan diharapkan akan meningkatkan kinerja dan kerja para Kader
untuk tetap optimal untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dalam bidang
kesehatan.
Salah satu tutor dari Dinas Kesehatan
Kabupaten memberikan arahan terkait kinerja Posyandu pada masing-masing
wilayah. Pada pertemuan tersebut, pembicara dari Dinas Kesehatan Lombok Barat
tersebut mengambil sample keberhasilan salah satu Posyandu hingga menembus
tingkat Nasional. Kabupaten Sumbawa Barat perlu dicontoh, mereka berhasil
meraih predikat terbaik di Tingkat Nasional karena keberhasilan program yang
telah dicapainya, demikian cerita Ibu berjilbab tersebut.
Pengumpulan para Kader-kader Posyandu tingkat
Dusun dan Desa tersebut diharapkan mampu berkeja dengan optimal sesuai dengan
garis-garis aturan yang telah ditetapkan. Baik untuk standar kabupaten maupun
Kecamatan.