Rabu, 12 Juni 2013

BATULAYAR DAN DINAMIKA PARIWISATA



P
ariwisata yang dikembangkan oleh pemerintah dewasa ini adalah pariwisata budaya, hal ini berarti bahwa keanekaragaman budaya indonesia menjadi modal dasar bagi pengembangan pariwisata. Dalam hal ini sebagaimana budaya masyarakat indonesia yang memiliki seni-seni tradisional yang harus dirawat dan dipelihara pelestariannya, karena selama ini pariwisata dilihat dari segi keuntungan materialnya saja. Dan pariwisata dikatakan sebagai pengahasilan devisa dan prospektif yang harus dikembangkan sebagai suatu industri pariwisata dalam hal ini budaya mempunyai peranan penting dalam mengembangkan pariwisata baik pengembangan pariwisata secara nasional maupun secara lokal.


Tidak mudah memang mengimplementasikan Dasar Budaya sebagai Modal Dasar dalam Hegemoni Pariwisata yang terbungkus dalam format Wisata keindahan alam, dimanapun setiap orang yang akan menuju atau mengunjungi Tempat wisata pasti menginginkan Wisata yang berorientasi pada keindahan Alam, sementara secara Alamiah Alam pasti akan berkembang karna adanya unsure modenisasi dan Sosial. sehingga  wisata yang berorientasi pada Alam tidak lagi menjadi primadona sehinga ada daya tawar lain berupa kegiatan/even seni dan budaya,
Ketika Proses Pengmbangan Pariwisata yang tidak hanya didominasi oleh keberadaan alam maka harus ada suatu proses peralihan model/ bentuk Kegiatan Pariwisata yang baru/ namun memang tidak mudah juga menawarkan suatu format Kegiatan Pariwisata yang baru, selayaknya harus ada equilibrium (keseimbangan) antara Wisata Alam dan Wisata Seni dan Budaya, sehingga semua hal  bisa terkait dan saling menunjang.
Representasi Budaya dan Seni Lokal sebenarnya sangat penting, bagaimanapun juga Seni dan Budaya tersebut merupakan identitas dan ciri kearifan local serta keberadaan dan kekhasan karakter suatu wilayah/ Daerah.
Tidak dipungkiri keadaan social dan ekonomi serta perkembangan jaman telah banyak mereduksi kuantitas dan kualitas Seni dan Budaya local, namun memang secara kolektif harus dibangun pemikiran yang diteruskan dengan rencana pengembangan Seni dan Budaya Lokal, sehingga Ciri khas kewilayahan ini mampu menjadi primadona wisata, banyak contoh kegiatan seremonial seni dan budaya yang mampu menjadi magnet bagi wisatawan local maupun internasional,,, contohnya budaya peresaan pasti sudah banyak yang kenal dan itu hanya ada di Pulau Lombok, bagaimanapun banyak pula daerah yang sejatinya tidak mempunyai keindahan Alam namun mampu menghadirkan wisatawan yang tertarik dengan culture dan seninya, sepertin contohnya kegiatan Budaya di Daerah Toraja, dimana kegiatan seni dan budaya yang dibalut dalam seremonial keagamaan menjadi magnet tersendiri.
Batulayar (Senggigi) adalah salah satu daerah/ destinasi wisata, yang sebagian besar menawarkan Kegiatan Wisata Alam, Mulai dari Pantai hingga Lautnya, lama kelamaan perkembangan pariwisata di Batulayar berpengaruh terhadap budaya lokal masyarakat. Dampak positifnya misalkan, dapat memacu motivasi masyarakat untuk menunjang Kegiatan Pariwisata, mulai dari bekerja/ menjadi karyawan di Jasa Akomodasi Wisata seperti Hotel dan sejenisnya, serta menyediakan cindera mata dll, nah yang kurang menjadi perhtaian adalah kreativitas seni dan Budaya Lokal yang semakin terpinggirkan padahal potensi kesenian tersebut cukup signifikan sebagai penunjang atau sebagai magnet baru tawaran kegiatan wisata, harusnya Kelompok Budaya dan Seni yang ada saat ini harus lebih berkarya dan lebih inovatif dan lebih variatif sesuai dengan kebutuhan pariwisata
Berbicara Pariwisata yang terkait dengan Seni dan Budaya tentu saja perlu ada rencana strategis Pemerintah maupun actor kebudayaan untuk mensinergikan komunikasi sehingga bentuk dan pola kegiatan seni bisa di komersilakan sehingga nantinya ini mampu menjadi suatu pionerr pengembangan wisata
Peran masyarakat juga tidak bisa dipungkiri manjadi bagian dalam pengembangan Pariwisata, tidak hanya mementingkan sisi komersial yang di dapatkan saat ini dari kunjungan wisata, tetapi juga masyarakat diharapkan menjadi salah satu agen bagi promosi dan aktifnya kembali lembaga-lembaga seni dan budaya yang ada di daerah
Pelaku jasa wisata juga harus menjadi katalis perubahan mereka tidak boleh mengesampingkan potensi wisata seni dan budaya malahan mereka harus menginputkan dan mengikutsertakan kegiatan agenda seni dan budaya dalam promosi dan tawaran jasa wisata
Di Daerah dengan keberaaan kelompok-kelompok aktif maupun yang non aktif perlu dilakukan beberapa langkah strategis pengembangan pariwisata seni dan budaya sebagai berikut:
a.    Pendataan Jenis dan Kegiatan serta Jumlah kelompok/orang pelaku seni dan budaya
b.    Melakukan pembinaan baik secara teori maupun materi serta bantuan perlengkapan/alat seni.
c.    Mengembangkan dan menyesuaikan dengan kaidah- kaidah promosi budaya sehingga layak untuk ditampilkan sebagai magnet budaya
d.   Memuat schedule secara berkala untuk penampilan kesenian
e.    Memberikan reward bagi keberhasilan penampilan seni
f.     Mempromosikan kegiatan seni dan budaya daerah
Jenis kegiatan budaya di Batulayar merupakan gabungan dari beberapa unsure budaya baik itu budaya hindu maupun budaya sasak yang representasinya berupa seni tarian dan even seremonial budaya, kegiatan tersebut sudah ada secara tradisi dan mengakar di masyarakat, luar biasanya di Batulayar altilkurasi budaya tersebut berjalan secara toleran antara komunitas sasak dan hindu, kegiatan tarian dan upacara seremonial keagamaan yang dilakukan oleh warga merupakan salah satu potensi untuk ditawarkan menjadi agenda kunjungan
wisata, inilah yang sekarang harus banyak dilakukan sehingga kegiatan budaya ini disamping melestarikan tetapi juga secara komersial sangat menguntungkan
Selanjutnya jika tujuan pengembangan pariwisata untuk menunjang kokohnya pembangunan nasional maka perlu dijaga agar datangnya wisatawan asing itu tidak menggoyahkan nilai-nilai kita anggap luhur dan terpelihara kebudayaan kita. Maka berbicara pariwisata maka semua hal terkait, intinya berbicara pengembangan wisata tersebut tiak melulu persoalan untung dan pendapatan, tapi juga berbicara cirri budaya yang sinergi dengan seni dan prinsip budaya local.