Pelaksanaan
lomba takbiran kali ini cukup singkat. Setelah dikumpulkan di satu arena (Fun
Park Yellow Monkey), masing-masing Hadi dari kafilah dipersilakan
mengambil tempat di depan kafilahnya untuk mengumandangkan kalimat Takbir.
Panitia dan tim penilai pun memberikan
kesempatan kurang lebih selama lima menit untuk setiap kafilah mengucapkan
takbir, setelah itu bubar dan peserta boleh meninggalkan arena lomba.
Meskipun
demikian, lomba takbiran ini tetap meriah sebagimana lazimnya. Sejak pukul
20.00 jalur Senggigi-Ampenan menjadi macet. Kafilah yang telah berkumpul di
arena pun absen sesuai dengan nomor urut lomba yang telah disediakan panitia.
Kafilah
Dusun Montong Buwuh Desa Meninting menjadikan lomba tahunan ini menjadi sedikit
lebih menarik dan berbeda. Kafilah Masjid Nurus Syuhada’ tersebut
mengumandangkan takbir di hadapan dewan juri an sich, melainkan dibuka dengan Tarian
Rudat. Usai memperagakan adegan pencak tersebut, hadi dari kafilah
tampil untuk melafazkan takbiran. Acara tersebut disaksikan langsung oleh Drs.
Mujitahidin selaku Camat Batulayar, Muspika dan sebagian Dinas-Dinas Nivo. Acara
berakhir pukul 22.30 dengan menunggu rekapitulasi tim penilai.