Usai menjalankan liburan Semester Ganjil yang dirangkai dengan
kemeriahan menyambut Tahun Baru 2013, kini siswa-siswa kembali ke bangku
sekolah untuk belajar. Ya, kali ini mereka akan memasuki semester Genap. Namun,
dari berbagai pantauan, terlihat beberapa madrasah atau sekolah yang masih
belum aktif dalam melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sebagaimana
mestinya. Sudah menjadi tradisi pendidikan, usai libur biasanya sekolah tidak
langsung mengaktifkan siswa-siswinya.
Sabtu, 05 Januari 2013
Kamis, 03 Januari 2013
PASAR MURAH BATULAYAR DIWARNAI HUJAN DERAS
| Petugas saat menurunkan paket sembako Pasar Murah |
Mengawali pergantian tahun menuju tahun baru 2013, masyarakat
Batulayar kembali disambangi oleh kehadiran bantuan Pasar Murah. Bertempat di
Aula Sanggar Seni Kecamatan Batulayar, masyarakat Batulayar yang mengantongi
kupon belanja di pasar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini berhak mendapatkan
satu paket sembako seharga Rp. 30.000 (Tiga puluh ribu rupiah). Kupon yang
tersebar ke masing-masing Desa se-Kecamatan Batulayar kurang lebih satu minggu
sebelum hari pelaksanaan penjualan paket, kupon diterima oleh masyarakat.
Minggu, 30 Desember 2012
H. SURATMAN UNGGUL PADA PILKADES LEMBAHSARI
Menutup penghujung
tahun 2012 ini, kembali masyarakat Batulayar mengadakan pesta demokrasi. Ya,
Pemilihan Kepala Desa (PILKADES) Desa Lembahsari Kecamatan Batulayar. Masyarakat
Desa Lembahsari telah menentukan pemimpinnya 5 (lima) Tahun ke depan. Hasil pemilihan
empat calon Kepala Desa yang bertarung pada tanggal 30 Desember 2012, H. Suratman
unggul atas 3 pesaing sengitnya. Dari 6 (enam) Tempat Pemungutan Suara (TPS),
yang tersebar di Desa Lembahsari, H. Suratman berhasil meraup suara terbanyak. Lebih
jelasnya, perolehan suara masing-masing calon adalah:
1.
H. SURATMAN 437
SUARA
2.
AHMAD SUHAILID, SH 416
SUARA
3.
H. SIBAWAEH 400
SUARA
4.
S A I D I 328
SUARA
Jumat, 28 Desember 2012
MASALAH PKL BELUM TUNTAS
Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL)
yang ada di wilayah Batulayar hingga kini belum tuntas. Usaha jajaran Polisi
Pamong Praja (Pol PP) Kabupaten Lombok Barat yang dikawal aparat keamanan
Kecamatan untuk membantu memindahkan pedagang mendapat perlawanan dari 3 orang
pemilik warung yang masih bertengger di tepi jalan Batu Bolong Desa Batulayar
Barat Kecamatan Batulayar. Reaksi keras dari pemilik dagangan membuat kawanan
Pol PP Kabupaten Lombok Barat dan aparat keamanan membuyarkan rencana awal
penggusuran. Adu mulut antara pihak yang bermasalah dengan pihak aparat tak terhindarkan.
Rabu, 26 Desember 2012
BANTUAN STIMULAN RUMAH TAK LAYAK HUNI
Berbagai program dicanangkan oleh
pemerintah kepada rakyat untuk meningkatkan kualitas hidup. Jika hitung,
mungkin jasa pemerintah kepada rakyat tergolong tinggi, atau dengan bahasa yang
berbeda, pemerintah dari tahun ke tahun menerapkan kebijakan yang varatif untuk
mewujudkan kesejahteraan. Sebut saja, program yang lagi ngetren sekarang adalah
Jamkesmas, dan Bantuan bedah rumah bagi rumah kumuh. Jamkesmas mungkin sebagian
warga telah maklum, namun bagaimana dengan bantuan bedah rumah tersebut?
![]() |
| Warga saat melengkapi persyaratan mendapat bantuan di Desa |
Ya, berbicara tentang bantuan
bedah rumah kumuh, melalui media seperti majalah, koran, bahkan melalui televise
sering diprogramkan. Namun kadang donatur dari acara bedah rumah yang ditayang
melalui media televise merupakan bentuk perhatian pihak-pihak atau oknum tertentu
non pemerintah.
Berbicara mengenai rumah kumuh,
Kecamatan Batulayar tak luput dari bantuan jatah bedah rumah tersebut. Menurut informasi,
tiga Desa dari Sembilan Desa yang ada dibawah naungan Batulayar; Desa Sandik,
Desa Senteluk, dan Desa Bengkaung mendapatkan jatah untuk bantuan stimulant perumahan
swadaya peningkatan kualitas.
Di Desa Bengkaung Kecamatan
Batulayar, 100 Kepala Keluarga ketiban rezeki untuk membangun rumah. Untuk lebih
jelasnya, berikut data Dusun-dusun yang mendapatkan jatah bedah rumah:
1.
Dusun Bengkaung Lauq : 21 KK
2.
Dusun Bengkaung Tengah : 22 KK
3.
Dusun Bengkaung Daye/ Utara : 24 KK
4.
Dusun Seraye :
15 KK
5.
Dusun Bunian :
15 KK
Kepala Keluarga yang mendapatkan
jatah rumah tersebut diminta hadir ke Kantor Desa Bengkaung untuk dilakukan
identifikasi; foto, penyerahan photo copy KTP, KK dan syarat-lainnya
sebagai syarat untuk menerima bantuan. Memang bantuannya belum langsung turun,
tapi sudah dipastikan orang yang sudah terdata dan dikirim datanya itu akan
mendapatkan jatah, begitu terang Saiful Nazar, salah seorang Staf Desa
yang mengurus program bedah rumah tersebu di Kantor Desa Bengkaung. Lanjut Nazar
menceritakan; rumah tersebut akan dibangun dari lantai dasar, dinding dan
atap, semua ukurannya sama, begitu Bapak satu anak ini.
Sabtu, 22 Desember 2012
PENYAMPAIAN VISI-MISI CALON KADES LEMBAHSARI
Setelah Desa Sandik memilih dan menentukan siapa yang berhak duduk
sebagai Kepala Desa, kini kita melirik ke Desa Lembahsari Kecamatan
Batulayar. Tinggal sepekan Desa
Lembahsari akan berpesta untuk menentukan siapa calon Kepala Desa yang akan
terpilih. Tanggal 30 Desember 2012 merupakan hari yang ditunggu oleh enam Dusun
yang ada di Desa Lembahsari. Sebanyak 4 (empat) kandidat yang akan berebut
kursi untuk memangku jabatan Kepala Desa. Lebih jelasnya, keempat calon
tersebut adalah:
1.
H. SURATMAN
2.
H. SIBAWAIH
3.
S A I D I
4.
AHMAD SUHAILID, SH
Kamis, 20 Desember 2012
DISTRIBUSI KARTU JAMKESMAS DI DESA MENINTING
Distirbusi Kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat
(Jamkesmas) untuk sebagian wilayah Batulayar tengah dilakukan. Dari 9 (Sembilan)
Desa yang ada di Kecamatan Batulayar, kartu sehat tersebut baru mencapai 3
(tiga) desa yang menjadi sasaran, Desa Senggigi, Desa Batulayar serta Desa
Meninting. Sementara 6 (enam) Desa masih menunggu giliran untuk
pendistribusian.
Desa Menininting misalnya, 2250 yang diusulkan
untuk mendapatkan Kartu Jamkesmas, 2238 yang baru bisa terwujud, sisanya
tinggal menunggu. System pendistribusian Kartu Jamkesmas dengan cara mendatangi langsung keluarga
yang berhak atau yang sudah tertera namanya pada Kartu Jamkesmas. Tim dari
Puskesmas, Kecamatan, Desa itu yang langsung terjun ke lapangan,
demikian keterangan Erawaty, salah seorang petugas dari Puskesmas Meninting.
Saat menanggapi Kartu Jamkesmas, Kepala Desa
Meninting, Mahnan Hariyanto mengatakan “Program-program public seperti ini kan tidak
bisa sim-salabim atau cepat karena sifatnya menyeluruh jadi butuh waktu untuk
mengerjakannya. Coba dibayangkan, yang dicetak kan seluruh Indonesia, demikian
ujar Pak Kades di Kantornya.
Saat ditanya jika ada masyarakat yang complain,
gara-gara tidak mendapatkan Kartu Jamkesmas? Mahnan Hariyanto, itu susahnya,
kita harus pandai-pandai membahasakan kepada masyarakat, ujar Mahnan. Untuk itu,
saya mohon dari pihak-pihak yang berwenang untuk kita duduk bersama guna
membahas masyarakat yang tidak mendapatkan jatah ini. Kita dari Desa
mengirimkan Data, mengetahui Camat, lalu ke Puskesmas, lalu ada masyarakat yang
tidak keluar namanya. Desa tidak cukup sendiri mengurus pekerjaan ini. Padahal lebih
dari 2250 data yang kita kirimkan, jika mereka tidak mendapatkan Jamkesmas,
masyarakat kita usulkan untuk mendapatkan Jamkesda, atau apalah namanya, begitu
cerita Kepala Desa Meninting.
Mahnan Hariyanto juga mengakui jika masyarakat
Meninting masih banyak yang miskin, namun tidak juga mendapatkan Kartu Jaminan
Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas).
Langganan:
Postingan (Atom)
