Rabu, 11 April 2012

PAHLAWAN SAMPAH. PERLUKAH.......?


K
ompleksnya permasalahan yang ada di daerah icon wisata tidak hanya berimplikasi pada satu pihak, namun merambah ke pihak lainnya. Beberapa masalah yang masih menjadi PR bagi pemerintah dan pelaku wisata hingga kini belum rampung secara total. Sebutnya, permasalahan Sampan atau nelayan yang yang terkesan tidak tertata, pedagang asongan yang bandel, pedagang kaki lima yang terkesan merusak pemandangan para pengunjung, hingga sampah yang (rubbis) yang berserakan karena kekurang-pedulian kita. Kini sampah menjadi salah satu masalah yang tidak bisa luput dari perhatian public. Sampah adalah barang buangan. Sampah merupakan masalah bagi orang di seluruh dunia ini karena sampah merupakan suatu barang yang tidak terpakai lagi. Seiring dengan semakin tingginya populasi manusia, maka produksi sampah juga akan semakin tinggi. Hal tersebut merupakan tantangan yang sulit terhindari.

Selasa, 10 April 2012

STOP MEROKOK SEKARANG JUGA


Untuk pertama kalinya di tahun 2012 ini Sosialisasi Pita Cukai Rokok disosialisasikan di wilayah Kecamatan Batulayar. Pertemuan yang menghadirkan Diperindag, Kabag Perekonomian, serta Bea Cukai tersebut menggelar pertemuan dengan masyarakat Batulayar di Aula Sanggar Seni Kecamatan Batulayar. Pertemuan yang berdurasi kurang lebih 90 menit tersebut mengangkat tema antara lain; cukai serta hasil yang dihasilkan tembakau serta produk illegal. Dalam sambutan yang disampaikan langsung dari pihak Perekonomian Kabupaten Lombok Barat mengatakan, selama ini sumbangan atau hasil tembakau cukup berpengaruh terhadap pembangunan. Pembangunan Daerah, maupun pembangunan nasional.
Dari tema tersebut berimplikasi pada penjelasan akan bahaya kesehatan yang ditimbulkan oleh rokok. Di Nusa Tenggara Barat ini, kita merupakan produk tembaku, bukan rokok. Suplai rokok datang dari Lombok, Lombok Timur, Lombok Tengah, kalau Lombok Barat terhitung sedikit, demikian ungkap Kabag Perekonomian dalam uraiannya kepada peserta yang hadir. Industri Hasil Tembakau (IHT) mempunyai peranan penting dalam menggerakkan perekonomian nasioal, terutama di daerah penghasil tembakau, cengkeh dan sentra produk rokok, paparnya lagi.
Lebih lanjut dikatakan bahwa setidaknya ada lima hal yang boleh didanai oleh hasil atau cukai tembakau, antara lain; peningkatan kualitas bahan baku, pembinaan industry, pembinaan lingkungan social dan lainnya.
Sementara dari pihak Diperindag, Jumatin mengatakan bahwa rokok merupakan sumbangan atau pendapat nasional terbesar kedua setelah pajak. Meskipun mengandung unsure negative, unsure positif pun dari rokok tak bisa dianggap sebelah mata. Di samping memperluas lapangan kerja bagi masyarakat, pabrik tembaku juga jarang mem-PHK karyawan. Jawa Timur misalnya, merupakan produksi rokok terbesar, dengan itu mereka menjadi maju dan berkembang.
Berbeda dengan yang diungkapkan oleh pihak Bea Cukai Mataram, dalam penjelasan yang disampaikan kepada hadirin, ada beberapa tanda yang bisa menandakan bahwa cukai itu illegal. Ukuran bandrol yang ada di rokok itu merupakan hal yang penting, dan tidak boleh dipalsukan oleh pihak manapun.

Senin, 09 April 2012

REKRUTMEN ANGGOTA HMI


Perekrutan anggota baru Himpunan Mahasiswa Islam Insitut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram selama 4 (empat) hari yang diselenggarakan lingkungan Pondok Pesantren Madrasatul Qur’aniyah Desa Sandik berlangsung aman dan terkendali. Kegiatan yang digalang oleh Arifin selaku coordinator Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menyajikan berbagai agenda. Agenda yang Nampak dominan dalam mengisi acara tersebut sebagian besar bermateri atau yang menyangkut masalah kegiatan dalam organisasi. Tahun 2012 ini merupakan pertama kali kegiatan digelar. Pada pagelaran-pagelaran sebelumnya kita mengadakan acara di Pondok Pesantren Nurul Haramain Narmada, ujar panitia.
Acara yang diadakan oleh panitia tergolong padat. Aktifitas yang dimulai sejak pukul 07.00 pagi tersebut berakhir hingga pukul 22.00. Pembinaan serta pengkaderan anggota HMI baru yang direkrut tak kurang dari 50 orang peserta dari komunitas kampus IAIN Mataram. Jumlahnya sekitar 50 peserta, laki dan perempuan, cerita salah seorang anggota HMI.
Selain menggelar acara pengkaderan anggota oleh ketua panitia, kegiatan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini pula meminta Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Madrasatul Qur’aniyah, H. Mujtahidin, M. Ag sebagai pemateri. Materi yang disampaikan oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Batulayar tersebut bertemakan Islam. Terdapat beberapa komunitas atau lembaga-lembaga Islam yang ada di dunia, Ikhwanul Muslimin, misalnya.
Selama 4 (empat) hari mahasiswa dan mahasiswi melakukan berbagai aktifitas di lingkungan pondok pesantren. Sasaran mereka memang pondok pesantren, hal ini dikarenakan bahwa pondok pesantren yang nota bene  lembaga pendidikan Islam dan sebagai lembaga tempat penanaman nilai-nilai agama dapat memberikan isnpirasi positif kepada mahasiswa mengingat lembaga yang diusung adalah lembaga Islam.  

Rabu, 04 April 2012

PONDOK PESANTREN SEBAGAI LEMBAGA TAFAQQUH FIE AL-DIEN


Banyaknya agenda yang dimiliki oleh Pondok Pesantren Madrasatul Qur’aniyah Desa Sandik Kecamatan Batulayar tidak membuat pimpinan pondok pesantren merasa penat untuk mengurusinya. Beberapa jenis rutinitas pondok pesantren tetap digelar. Salah satu agenda yang menjadi perhatian hingga sekarang adalah pengajian umum yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren. Tidak tanggung-tanggung, pimpinan pondok pesantren mendatangkan Dr. Subhan Abdullah Acim untuk mengisi pengajian yang selenggarakan setiap bulan usai sholat Jum’at. Dr. alumnus Maroko ini memberi siraman rohani kepada masyarakat sekitar pondok pesantren. Untuk diketahui, beberapa dusun yang berdampingan dengan lokasi pondok pesantren; Dusun Tato, Dusun Aik Are, dan Dusun Senteluk.
P
ondok Pesantren sebagai lembaga tafaqquh fie al-Dien merasa berkewajiban untuk membimbing masyarakat terutama dalam hal penanaman nilai-nilai agama agar tetap konsisten dan konsekuen. Di samping itu pula tujuan diadakanya pertemuan tiap bulan ini adalah untuk memupuk jalinan tali silaturrahim antara pondok pesantren dengan masyarakat.
Dalam siraman rohaninya, Dr. Subhan Abdullah menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan nilai-nilai agama. Pentingnya pendidikan pun sempat disinggung oleh Dosen Pasca Sarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram ini. Kita dianjurkan banyak-banyak berdo’a dengan keikhlasan, demikian urai kiai asal Sumbawa ini dihadapan jamaah yang hadir.
Biasanya, sebelum menggelar pengajian, beberapa kegiatan yang dijadikan sebagai pembuka acara atau sambutan yaitu pidato atau ceramah-ceramah yang diprioritaskan untuk anak-anak Madrasah Ibtida’iyah. Itu untuk pembinaan mental anak-anak agar terbiasa, begitu ujar Kepala Madrasah Ibtida’iyah, Jalaluddin. Setelah penyampaian ceramah oleh adik-adik dari tingkat MI, acara dilanjutkan dengan pembacaan shalawat-shalawat serta diakhiri oleh do’a. Semua itu merupakan rangkaian kegiatan acara sebelum memulai pengajian umum oleh sang Da’i.
Tokoh-tokoh yang didatangkan untuk mengisi pengajian oleh pondok pesantren Madrasatul Qur’aniyah termasuk dalam kate

Sabtu, 24 Maret 2012

SAMBIL SANTAI; IKUT MEMANCING GRATIS


DESA SANDIK: Terdapat banyak cara untuk menghilangkan kepenatan setelah lama melakukan aktifitas. Penyaluran hobi dalam setiap orang pun variatif. Ada yang meluangkan waktu dengan jalan-jalan, menikmati alam, karaoke, olah raga, memancing, etc. By the way, obrol-obrol soal memancing, banyak orang yang suka atau bahkan setelah bisa menikmati kegiatan tersebut orang bisa menjadi ketagihan. Orang yang menangkap ikan dengan kail ini pun memiliki banyak tempat, di laut, kali, tambak, kolam renang, etc. Lalu bagaimana dengan tempat pemancingan yang gratis? Udah dapat ikan, puas lagi.

PERPISAHAN PPL UNW DI PON-PES MADRASATUL QUR'ANIYAH


DESA SANDIK: Sabtu 24 Maret 2012 merupakan hari yang tak terlupakan bagi mahasiswa dan mahasiswi Praktik Pengenalan Lapangan (PPL) asal Universitas Nahdhatul Wathan (UNW) Mataram.  Hari itu merupakan hari terakhir sekaligus merupakan perpisahan mereka. Selama kurang lebih 2 (dua) bulan mereka melakukan praktek di Madrasah yang dipimpin oleh M. Habibi, S. Pd.I. Mahasiswa-mahasiswi yang berjumlah 10 (sepuluh) orang tersebut datang dengan dan melakukan praktek mengajar dengan berbagai jurusan atau mata pelajaran berbeda. Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, IPA, Ekonomi dan Pendidikan Agama Islam (PAI).
Selama kurang lebih dua bulan bergelut dengan santri-santri Pondok Pesantren Madrasatul Qur’aniyah, keterlibatan mereka sebagai mahasiswa-mahasiswi praktek terbilang sangat intens. Dengan kata lain, kehadiran mereka membantu kelancaran proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Madrasah Tsanawiyah Satu Atap  (MTs-SA) Pondok Pesantren Madrasatul Qur’aniyah.
Sebelum melakukan perpisahan beberapa acara yang digelar sebelumnya sebagai rangkaian kegiatan menutup aktifitas mereka selaku mahasiswa praktek. Kegiatan tersebut misalnya, pengadaan syukuran yang diselenggarakan pada malam Jum’at. Syukuran tersebut dihadiri langsung oleh pimpinan Pondok Pesantren, TGH. Mujtahidin Abdullah, Lc, M. Ag. Seperti biasanya dalam acara syukuran, pimpinan pondok pesantren menyelengi acara dengan siraman rohani kepada mahasiswa-mahasiswi PPL, santriwan-santriwati dan para tenaga pendidik lingkup Pondok Pesantren Madrasatul Qur’aniyah.  

Jumat, 23 Maret 2012

SMK BATULAYAR KEKURANGAN RUANG BELAJAR


DESA MENINTING: Keberadaan Sekolah Menengan Kejuruan (SMK) di Kecamatan Batulayar ternyata masih membutuhkan perhatian dari pemerintah. Beberapa permasalah yang hingga kini masih menjadi dilemma pada sekolah yang terletak di Desa Meninting tersebut. Permasalah yang masih menjadi PR sekarang adalah kekurangan ruang belajar bagi siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan. Saat ini memang SMK 1 Batulayar belum mengeluarkan alumni alias belum menamatkan. Namun peminat sekolah ini tergolong tinggi.
Sekarang SMK 1 Batulayar memiliki 141 siswa dan siswi yang berasal dari berbagai penjuru. Banyaknya siswa-siswi yang mengeyam pendidikan tidak sebanding dengan kelas atau ruang belajar dimana mereka menuntut. Untuk mensiasati hal tersebut, pihak sekolah terpaksa membagi kelas dalam bentuk skat atau pemisah. Meskipun dalam satu ruangan, dengan di-skatnya kelas, proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tetap dilakukan secara normal.
Saparudin, S. Pd selaku Waka Kesiswaan mengharapkan ke depan setidaknya kita memiliki dapur mini untuk bisa melakukan praktek. Ini ruang TU terpaksa kita jadikan sebagai kelas untuk memenuhi tuntutan belajar siswa, jelas Saparudin singkat. Benar, untuk mengimbangi dan memenuhi tuntutan dunia wisata, sekolah pariwisata perlu mendapat dukungan dari pemerintah. Sebagaimana diketahui, pariwisata Lombok Barat hingga saat ini masih berkiblat pada Senggigi sebagai Iconx, bahkan untuk Propinsi Nusa Tenggara Barat. Dus, focus terhadap permasalahan yang ada di wilayah terlebih menyangkut Sumber Daya Manusia (SDM) untuk ranah pariwisata tidak bisa dianaktirikan.