Rabu, 21 Maret 2012

PEMASANGAN KABEL FIBER OPTIC DI WILAYAH BATULAYAR


DESA SANDIK: Pengguna jalan di jalan Pariwisata masih harus berhati-hati dalam mengendara. Pasalnya, pemasangan kabel yang diperuntukkan untuk celluler masih dalam proses pengerjaan. Kali ini pemasangan kabel Fiber Optic (FO) yang berjenis serat kaca miliki Operator cellular XL masih membutuhkan waktu selama kurang lebih satu bulan. Pemasangan ini baru berjalan sekitar 2 (dua) minggu, dan Pak Majhan selaku pengawas proyek lapangan, demikian dikatakan oleh salah seorang pekerja yang sedang bertugas.
P
royek ini difasilitasi oleh PT Maju Perdana Utama dan menurut keterangan proyek untuk Nusa Tenggara Barat akan dikerjakan selama 6 (enam) bulan. Adapun tujuan pemasangan kabel-kabel Optik ini adalah untuk penyaluran ke tower-tower operator. Sebelumnya, XL menggunakan kabel-kabel yang melintang/ tidak ditanam sebagaimana layaknya kabel-kabel listrik biasa, namun karena semakin banyaknya pendirian bangunan dan demi keamanan pihak proyek memutuskan untuk mengganti dengan system tanam (kabel ditanam).
S
etelah menyelesaikan di wilayah Lombok Barat, para pekerja akan langsung melanjutkan pengerjaan ke Praya Lombok Tengah dan diakhiri di wilayah Terare Kabupaten Lombok Timur. Pemasangan kabel optic ini untuk jalur Senggigi-Mataram, begitu ucap pekerja.

MELASTI MENYAMBUT HARI RAYA NYEPI


BATULAYAR: Melasti menjelang Hari Raya Nyepi, sebagian besar umat Hindu di Nusa Tenggara Barat melaksanakan upacara Melis, Mekiyis atau melasti yang merupakan rangkaian upacara Nyepi. Tahun ini Melasti umat Hindu se-NTB dipusatkan di Pantai Melase Desa Batulayar Kecamatan Batulayar Lombok Barat. Upacara dilaksanakan oleh sebagian besar umat Hindu dan bukan seluruhnya, karena memang tradisi melis atau mekiyis ini sendiri tidak dilaksanakan secara serentak, sepertinya disesuaikan dengan adat tradisi yang berkembang dimasing-masing daerah. Sejak pukul 14.00 umat Hindu yang berhajat melaksanakan upacara ini berduyun-duyun untuk mendatangi pusat acara. Halaman kantor Camat Batulayar pun dimanfaatkan oleh pengunjung sebagai lokasi untuk memarkir kendaraan.
Melihat berjubelnya umat Hindu yang akan melakukan prosesi di Pantai Melase membuat lalu-lintas jalur Senggigi sempat macet. Pengawalan aparat keamanan dari jajaran Polda NTB, Kapolres Lombok Barat, serta aparat-aparat lainnya pun mengambil peran dalam mengamankan acara suci bagi umat Hindu tersebut.
Di Kecamatan Batulayar, komunitas Hindu memang tergolong tinggi. Di Desa Batulayar saja, terdapat dua Dusun pemukiman umat Hindu, yakni di Dusun Tanah Embet Timur dan Tanah Embet Barat. Itu belum lagi ditambah dengan umat Hindu yang berdomisli di Desa Batulayar Barat dan di Desa Senggigi, tepatnya di Dusun Kerandangan. Hingga sore hari, nampaknya pengendara yang melintasi atau yang akan menuju arah Ampenan-Senggigi dan Senggigi-Ampenan harus berhati-hati. Itu disebabkan ramainya masyarakat Hindu yang lalu-lalang guna menghadiri acara. Ritual ini merupakan penyucian, atau prayascita bagi umat Hindu. Dalam lontar Sang Hyang Aji Swamandala disebutkan bahwa tujuan ritual ini juga adalah untuk melenyapkan penderitaan masyarakat dari keterikatan dunia material, sedangkan lontar Sundarigama menyatakan bahwa tujuan  dari Melasti adalah untuk memperoleh air suci kehidupan di tengah-tengah lautan. Air suci ini berasal dari muara sungai-sungai suci di India khususnya sungai Gangga.



Selasa, 20 Maret 2012

PELAKSANAAN UAMBN MADRASAH ALIYAH

DESA SANDIK: Hari ini merupakan hari kelima pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) bagi siswa dan siswi Madrasah Aliyah. Ujian yang dilaksanakan di Madrasah Aliyah Raudhlatul Muslimin NW Kayangan Desa Sandik ini berjalan lancar. Dan ini peserta-peserta yang ikut melaksanakan UAMBN ini merupakan gabungan dari Kelompok Kerja Madrasah (KKM) yang terdiri dari: Madrasah Aliyah Riyadus Shibyan Lendang Ree, Madrasah Aliyah Ishlahul Muslimin Senteluk dan Madrasah Aliyah Raudlatul Muslimin NW Kayangan yang bertindak selaku tuan rumah dan penyelenggara, begitu urai Ehsan Husni Kepala Aliyah Ishlahul Muslimin Senteluk.
B
ulan ini merupakan bulan-bulan berat khususnya bagi siswa dan siswi yang akan menyelesaikan pendidikan yang sederajat dengan SMA tersebut. Bisa dibayangkan, setelah melakukan Try Out (uji coba), belajar ekstra (les), menghadapi UAMBN dan pada tanggal 16 April mendatang mereka harus lebih sigap lagi untuk menghadapi ujian penentuan, Ujian Nasional (UN).
Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) ini akan berakhir pada hari Sabtu tanggal 24 Maret 2012 dan mereka harus menyelesaikan 50 soal  cerita Kepala Sekolah MA yang dari madrasah Lendang Ree di tengah mengawasi anak-anak yang tengah menjawab soal ujian. Kecamatan Batulayar. Harapan kita semoga semuanya berjalan lancar tanpa aral melintang dan semoga anak-anak didik kita lulus dengan predikat yang memuaskan, tutup sang Kepala Madrasah.

EKSKEKUSI RUMAH DI BTN GRAND VALLEY SEMPAT RICUH


DESA BATULAYAR BARAT: Eksekusi lahan (rumah) dengan luas sekitar 2 Are di jalan Ester Nomor 5 BTN Grand Valley Dusun Batu Bolong Desa Batulayar Barat sempat ricuh. Aksi saling dorong antara pihak aparat keamanan Polres Lombok Barat dengan kuasa hukum dan penduduk setempat pun tak terhindarkan. Hal itu terjadi sejak pukul 10.00. Permasalahan pun cukup pelik. Nama pemilik asalnya Supratman, dari Lombok Tengah, karena tidak bisa melunasi hutang, rumah ini dilelang, sekarang pemohon eksekusi atas nama Damanik, dia menang di pelelangan. Jadi pemohon sekarang menuntut untuk mengosongkan rumah ini. Tapi saat ini rumah tengah di kontrak oleh seorang bule (tourist), demikian cerita Muhamad Sadia selaku Kepala Desa Batulayar.  Kelanjutannya kita belum tahu, lanjut sang Kades.
Rumah yang terlihat di belakang warga merupakan Objek
Eksekutor dari Pengadilan Negeri pun membacakan putusan untuk eksekusi. Hanya saja, eksekutor dari Pengadilan tidak memiliki bukti fisik berupa Sertifikat kepemilikan dan syarat-syarat lainnya. Anda ini tidak memiliki hak untuk melakukan eksekusi, mana bukti kepemilikan anda, begitu teriak kuasa hukum dari pihak termohon. Sementara kuasa hukum lainnya mengatakan bahwa kita akan membela klein kita sampai titik darah terakhir. Lebih baik anda semua pulang, mana Damanik yang mengaku pemilik rumah ini, anda tidak tahu menahu tentang permasalahan ini, ini aparat pemerintah tidak menahu aturan perundang-undangan., begitu teriakan beberapa kuasa hukum termohon yang hadir di tempat tersebut dan diamini oleh warga sekitar. Ini bisa merusak nama pariwisata di Senggigi, apalagi yang sedang mengontrak rumah dan yang diperintah untuk dikosongkan ini orang asing, sahut salah seorang warga yang memantau jalannya eksekusi.

Senin, 19 Maret 2012

PENARIKAN MAHASISWA PPL di MA ISHLAHUL MUSLIMIN SENTELUK

DESA SENTELUK: Meskipun belum waktunya, penarikan mahasiswa dan mahasiswi yang ditugaskan terpaksa ditarik lebih awal walau dengan simbolis. Penarikan sekelompok mahasiswa yang berasal dari Universitas Nahdhatul Wathan (UNW) Mataram mestinya ditarik pada tanggal 24 Maret 2012, namun berhubung antara pihak sekolah dan kampus tidak memiliki banyak waktu alias sibuk, memaksa antara pihak sekolah dan universitas mengambil kata sepakat. Meskipun demikian, mahasiswa dan mahasiswi yang menjalankan kegiatan pelatihan mengajar di sekolah tidak langsung angkat koper melainkan menunggu tanggal penarikan yang sebenarnya. Dengan kata lain, mahasiswa yang bertugas masih membantu aktifitas sekolah. Hari H penarikan yang sesungguhnya berarti tidak ada acara, mungkin sekedar salam-salaman, begitu ujar Opik salah satu mahasiwa yang hadir.
Memang, saat-saat ini sekolah sedang disibukkan oleh beberapa kegiatan; Mid semester, Ujian Akhir Madrasah Bertaraf Nasional (UAMBN), serta Ujian Nasional (UN) yang semakin dekat untuk Madrasah Aliyah. Hadir dalam acara tersebut Ketua Komite, Kepala Sekolah MA, serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari pihak Universitas NW Mataram.
M
ewakili Ketua Yayasan Pondok Pesantren Ishlahul Muslimin, Drs. H. Sanusi dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas segala partisipasi dan kontribusi mahasiswa di sekolah ini, khususnya di Madrasah Aliyah. Bukan perpisahan yang kutangisi, namun pertemuan yang kusesali, begitu ujar Sanusi dalam sambutannya.
Dari pihak kampus pun menyampaikan rasa terima kasih atas adanya peluang, serta diterimanya mahasiswa-mahasiswi melakukan uji coba atau pelatihan mengajar di tempat ini. Begitu ujar Dosen Pembimbing dari Universitas Nahdhatul Wathan. Sebagai hadiah atau kenang-kenangan mahasiswa meninggalkan cinderamata dan beberapa bingkisan kecil yang diperuntukkan kepada sekolah. Semoga bisa bermanfaat.