Pengajian khusus guru merupakan
salah satu dari agenda bulanan yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren
Madrasatul Qur’aniyah Desa Sandik Kecamatan Batulayar. Acara ini terselenggara
berkat partisipasi dan dukungan dari
pihak pengurus pondok pesantren. Pada awalnya, agenda ini berasal dari ide asatidz-asatidz
MQ lalu kemudian mendapat sambutan baik dari Pimpinan Pondok Pesantren. Kini, pertemuan
yang digelar setiap malam Ju’mat sehabis sholat Isya’ sebulan sekali ini menjadi
sebuah rutinitas bulanan. Event ini
bertujuan tidak hanya sekedar berkumpul bersama, namun kita format menjadi
acara yang lebih bermakna, disamping untuk mempererat hubungan antara kita
semua, khususnya di Madrasatul Qur’aniyah, dan ini merupakan kekompakan dan kebersamaan guru-guru yang
bernaung di MQ, demikian ungkap Kepala Sekolah MTs MQ, M. Habibi, sebelum
acara dimulai. Perkumpulan ini juga dirangkai dengan arisan guru-guru MQ yang
sudah kita dan pimpinan Yayasan (TGH. Mujtahidin, MA) sangat apresiatif dengan
agenda yang kita bentuk ini, dan sekali dalam satu bulan kita akan mendapat siraman rohani dari pimpinan Yayasan untuk menambah wawasan, begitu lanjut Habibi.
Sabtu, 08 Oktober 2011
Kamis, 06 Oktober 2011
Tindak Lanjut Agenda KNPI Kecamatan Batulayar
Agenda kegiatan yang dirancang oleh Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia Kecamatan Batulayar ternyata tidak sekedar angin lalu. Hal ini diwujudkan kembali dalam bentuk Rapat Teknis Pelaksanaan Kegiatan yang digelar pada hari Rabu, 5 Oktober 2011 di Kantor UPTD Dikpora Kecamatan Batulayar. Pertemuan kedua ini disambut baik oleh Kepala UPTD setempat, Nurjannah, S. Pd. Dalam sambutannya kepada peserta rapat Kepala UPTD menyatakan komitmennya untuk selalu siap mendukung semua kegiatan yang dilaksanakan oleh para pemuda-pemuda Batulayar. Kita sangat bersyukur dengan adanya kegiatan-kegiatan ini, kalau di kecamatan lain, mungkin kegiatan seperti ini mulai berjalan, sekarang kita saatnya, demikian beber Ibu 52 tahun tersebut dalam sambutannya kepada peserta.
Sementara di pihak lain, Salamun, yang mewakili Danposramil juga menyatakan komitmen yang tidak jauh berbeda dengan Kepala UPTD Dikpora. TNI itu 24 jam siap kerja untuk mem-back up semua kegiatan-kegiatan sosial seperti ini, demikian ucap Salamun saat mendapat giliran untuk memberikan sambutan di hadapan forum. Meskipun banyak mengandung unsure cerita, namun peserta rapat merasa terhibur dengan gaya bicara Salamun yang serba cepat, dan dengan logat sedikit lucu. Begitu juga dengan sambutan Ketua KNPI sendiri, Yudi Syarif. Organisasi ini sengaja bongkar setelah sekian lama tertidur, jangankan untuk tingkat Kecamatan, untuk tingkat Kabupaten pun demikian, mereka masih loyo, dan untuk kegiatan ini kita melibatkan sponsor, kalau untuk pendanaan kita masih mengandalkan donatur dan para dermawan, begitu ungkap staf kecamatan ini. Rapat yang dimulai pukul 14.00 tersebut juga melibatkan pihak Puskesmas setempat.
Terkait dengan agenda rapat, pelaksanaan teknis KNPI Go To School yang akan dijadwalkan mulai pada hari Sabtu, 8 Oktober 2011 tersebut menjadi topic yang agak panjang untuk didiskusikan antara peserta rapat. Sementara sasaran awal yang akan dikunjungi oleh KNPI untuk sosialisasi adalah SMPN 1 Batulayar. Banyaknya masukan dari Ida Wari selaku guru SMPN 1 menjadi catatan berarti bagi KNPI untuk melaksanakan kegiatan.
Untuk diketahui, yang akan menjadi target kegiatan KNPI Go To School tidak hanya SMPN 1 Batulayar, melainkan SMPN 2, SMA 1 Batulayar dan SMK Batulayar dengan menggunakan system road show. Terdapat sedikit kendala jika pelaksanaan acara pada SMK Batulayar, hal ini dikarenakan SMK belum bisa menempati gedung miliknya yang masih dalam proses pengerjaan. Hanya sekolah itu akan tetap berkoordinasi dengan SMA 1 Batulayar yang dijadikan tempat sementara untuk sekolah, demikian ungkap utusan SMK dalam pertanyaannya. Namun baik dari pihak KNPI dan UPTD Dikpora akan berusaha menyiasati kendala yang dikhawatirkan oleh pihak SMK tersebut.
Sabtu, 01 Oktober 2011
Senam Bersama dan Pelepasan Mahasiswa KKN NW Mataram
| K |
embali Pemerintah Kecamatan Batulayar mengadakan Senam Bersama. Senam bersama kali ini dengan melibatkan instansi-instansi yang ada di wilayah Kecamatan Batulayar khususnya. Sejak pukul 07.00 sudah hadir di halaman Kantor Camat Batulayar sebagian undangan senam. Pada Apel pagi kamis, 29 September 2011, Drs. Mujitahidin mengingatkan jajarannya untuk senam bersama. Kita sudah sebarkan undangan kepada instansi-instansi untuk ikut berpartisipasi besok (senam bersama), begitu urai Camat dalam pidatonya. Meskipun tidak semua dinas datang menghadiri acara, namum animo undangan yang hadir sangat tinggi, terutama dari pihak Dan Ramil, Guru-guru, Anggota PLKB, serta Kantor Urusan Agama (KUA) Batulayar pun mengirim utusan.
Senam yang berdurasi sekitar 40 menitan itu dipandu oleh Instruktur yang sudah hadir lebih dulu di Kantor Camat. Senam berakhir pada pukul 08.00 dan langsung disuguhi “Bubur Kacang Ijo” yang telah disiapkan oleh pihak Kecamatan.
Acara di Kantor Camat tidak terhenti setelah melakukan senam, namun sekitar pukul 09.00 kembali pemerintah Kecamatan mengadakan Pelepasan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mahasiswa yang akan melakukan KKN adalah mahasiswa Nahdhatul Wathan Mataram. Mahasiswa yang terbagi menjadi kelompok tersebut difokuskan di 3 (tiga) Desa Persiapan. Desa Batulayar Barat, Desa Bengkaung, dan Desa Pusuk Lestari. Ketiga desa tersebut memang belum menjadi Desa Definitif. Burhanudin (Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial) Kecamatan Batulayar yang melepas Mahasiswa KKN mengatakan sekarang jumlah desa yang ada di wilayah kecamatan Batulayar berjumlah Sembilan, 6 desa definitive dan 3 masih menjadi Desa Persiapan. Untuk itulah adanya KKN seperti ini kita harapkan peran, partisipasi, dan dukungan mahasiswa kepada masyarakat. Lebihlebih desa-desa persiapan masih membutuhkan bimbingan dan arahan, dan secara letak geografis, ketiga desa-desa persiapan ada yang nota bene masih menempati daerah-daerah pedalaman, begitu lanjut mantan UPTD Dikpora tersebut dalam sambutannya untuk melepas mahasiswa KKN Nahdhatul Wathan Mataram.
Senam Bersama dan Pelepasan Mahasiswa KKN NW
| K |
embali Pemerintah Kecamatan Batulayar mengadakan Senam Bersama. Senam bersama kali ini dengan melibatkan instansi-instansi yang ada di wilayah Kecamatan Batulayar khususnya. Sejak pukul 07.00 sudah hadir di halaman Kantor Camat Batulayar sebagian undangan senam. Pada Apel pagi kamis, 29 September 2011, Drs. Mujitahidin mengingatkan jajarannya untuk senam bersama. Kita sudah sebarkan undangan kepada instansi-instansi untuk ikut berpartisipasi besok (senam bersama), begitu urai Camat dalam pidatonya. Meskipun tidak semua dinas datang menghadiri acara, namum animo undangan yang hadir sangat tinggi, terutama dari pihak Dan Ramil, Guru-guru, Anggota PLKB, serta Kantor Urusan Agama (KUA) Batulayar pun mengirim utusan.
Senam yang berdurasi sekitar 40 menitan itu dipandu oleh Instruktur yang sudah hadir lebih dulu di Kantor Camat. Senam berakhir pada pukul 08.00 dan langsung disuguhi “Bubur Kacang Ijo” yang telah disiapkan oleh pihak Kecamatan.
Acara di Kantor Camat tidak terhenti setelah melakukan senam, namun sekitar pukul 09.00 kembali pemerintah Kecamatan mengadakan Pelepasan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mahasiswa yang akan melakukan KKN adalah mahasiswa Nahdhatul Wathan Mataram. Mahasiswa yang terbagi menjadi kelompok tersebut difokuskan di 3 (tiga) Desa Persiapan. Desa Batulayar Barat, Desa Bengkaung, dan Desa Pusuk Lestari. Ketiga desa tersebut memang belum menjadi Desa Definitif. Burhanudin (Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial) Kecamatan Batulayar yang melepas Mahasiswa KKN mengatakan sekarang jumlah desa yang ada di wilayah kecamatan Batulayar berjumlah Sembilan, 6 desa definitive dan 3 masih menjadi Desa Persiapan. Untuk itulah adanya KKN seperti ini kita harapkan peran, partisipasi, dan dukungan mahasiswa kepada masyarakat. Lebihlebih desa-desa persiapan masih membutuhkan bimbingan dan arahan, dan secara letak geografis, ketiga desa-desa persiapan ada yang nota bene masih menempati daerah-daerah pedalaman, begitu lanjut mantan UPTD Dikpora tersebut dalam sambutannya untuk melepas mahasiswa KKN Nahdhatul Wathan Mataram.
Rabu, 28 September 2011
Agenda KNPI Kecamatan Batulayar
Untuk pertama kalinya Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Batulayar mengadakan rapat resmi dengan merencanakan Program yang akan digarap pada Minggu Pertama bulan Oktober 2011. Kegiatan yang dimotori oleh Yudi Syarif ini tengah mempersiapkan bahan-bahan untuk menggalang program dengan sasaran pemuda dan remaja se-Kecamatan Batulayar. Untuk itulah dirapatkan semua anggota-anggota KNPI Kecamatan. Rapat yang dimulai sekitar pukul 16.30 di Aula Kantor Camat Batulayar tersebut dipandu langsung oleh Sekretaris KNPI Kecamatan. Setelah mengikuti rapat pada tingkat Kabupaten beberapa hari lalu, Yudi segera mengumpulkan crew-nya untuk bermusyawarah.
Dari hasil pertemuan sebagian anggota KNPI sore tadi disepakati beberapa program yang akan diselenggarakan, antara lain; sosialisasi Lingkungan Hidup, Kesehatan Reproduksi Remaja (Kespro), dan yang terkait dengan Jurnalistik atau Media. Adapun sasaran pertama dan utama untuk masing-masing tema adalah siswa dan siswa yang ada di sebagian sekolah Kecamatan. Kita telah berkoordinasi dengan pihak sekolah, UPTD Dikpora, dan Muspika Kecamatan, demikian ungkap Ketua Umum KNPI. Untuk masing-masing tema yang akan dibahas, kita telah berkoordinasi dengan badan-badan terkait. Untuk lingkungan hidup, kita mempersiapkan dari Walhi, Puskesmas Meninting untuk Kesehatan Reproduksi, LSM Santai, dan animo mereka tinggi untuk mendukung kegiatan yang akan kita bentuk ini, dan rapat teknis pelaksanaan akan kita gelar pada hari Rabu tanggal 5 Oktober 2011 di Kantor UPTD Dikpora, begitu sambung Yudi dalam uraiannya kepada peserta rapat.
Beberapa masukan dari peserta rapat terkait masalah teknis pelaksanaan acara yang akan digelar, salah satunya dari Wakil Ketua. Seandainya, Tim atau fasilitator tidak hadir, setidaknya kita mempunyai fasilitator cadangan, khususnya dari pihak KNPI tersebut. Itu pun nanti kita bagi tugas, siapa yang harus mengganti, menjadi moderator misalnya, begitu ucap Mukril Hakim. Rapat berakhir sekitar pukul 18.00 dan ditutup langsung oleh Ketua KNPI.
Selasa, 27 September 2011
Sosialisasi Program Keluarga Harapan
B
|
Sosialisasi yang dimulai sekitar pukul 09.30 itu minus Camat Batulayar, Drs. Mujitahidin. Beliau berhalangan dikarenakan menghadiri acara di lain tempat. Acara yang dipandu langsung oleh Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial berlangsung hingga pukul 11.30 Wita di Aula Kantor Camat Batulayar yang ditutup langsung dengan makan siang. Beberapa peserta yang hadir untuk mengikuti sosialisasi, Kepala Puskemas Meninting Dr. Agung Arian, pun turun mendampingi acara. Dari tokoh agama, TGH. Ahmad Zakaki merepresentasi tokoh agama lainnya, serta sebagian dari Kepala Seksi, Kasubbag serta Staf Kantor Camat Batulayar. “Melalui Program Keluarga Harapan (PKH) Kita Putus Mata Rantai Kemiskinan Dengan Membangun Masa Depan Anak yang Sehat dan Cerdas” begitu tema Sosialisasi. Semoga dengan banyaknya program yang digalakkan pemerintah dapat meningkatkkan kualitas Sumber Daya Manusia khususnya di wilayah Lombok Barat dan Nusa Tenggara Barat.
Sabtu, 24 September 2011
Rapat Penggunaan Dana BOS MQ
Untuk mensosialisasikan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Ibtida’iyah Yayasan Pondok Pesantren Madrasatul Qur’aniyah Dusun Tato Desa Sandik Kecamatan Batulayar, pihak pengelola pendidikan tersebut mengumpulkan dewan guru untuk rapat. Tema yang diangkat sekitar penggunaan dana BOS, kelangsungan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), dan Midle Test. Rapat yang dimulai sekitar pukul 16.30 tersebut dipimpin oleh Kepala MTs (M. Habibi) dan hadir pula di tengah-tengah rapat Pimpinan Umum Pondok Pesantren, H. Mujtahidin, MA. Pondok Pesantren ini milik kita bersama, untuk itulah mari kita sama-sama melakukan tugas sebaik-baiknya, secara professional dan porposional, kita sebagai orang tua wali murid di lingkungan sekolah harus benar-benar bertanggung jawab atas amanat yang dititipkan oleh wali murid, bahkan bukan sekedar tanggung jawab kepada wali murid saja, melainkan kepada Allah SWT, dan kalau ada permasalahan mari kita selesaikan bersama, begitu isi uraian pimpinan dalam sambutannya.
D |
ihadapan dewan guru, M. Habibi selaku Kepala Sekolah Mts Madrasatul Qur’aniyah menguraikan secara garis besar penggunaan dana BOS berupa rincian belanja yang telah dianggarkan untuk Madrasah Tsanawiyah serta yang terkait dengan honor guru. Dan rapat yang dihadiri oleh kebanyakan dari guru-guru Madrasah Tsanawiyah tersebut berjalan dengan lancar. Tidak begitu banyak pertanyaan atau masukan dari dewan guru yang hadir. Meskipun sempat terjadi sedikit tarik ulur seputar pelaksaan Midle Test, namun disepakati oleh guru yang hadir, bahwa pelaksanaan ujian tengah semester tersebut menggunakan jadwal yang lama dan panitia yang lama pula. Tidak ada perubahan kita gunakan teknik dan panita yang tahun kemarin, begitu ungkap Kepala Sekolah. Rapat dibubarkan menjelang adzan Magrib dan dilangsungkan dengan sholat Magrib di Mushalla Pondok Pesantren Madrasatul Qur’aniyah.
Langganan:
Postingan (Atom)