Jumat, 22 April 2011

BILA JOMBLO MENCARI CINTA

 
 
Bog-brag-waduh, kayaknya ada yang tersinggung nih,. Utamanya mereka yang menyandang title “jomblo” alias belum dapat gandengan. Maklum anak muda sekarang kayaknya gerah banget kalau udah SMU belum pacaran. Apalagi yang udah kuliah masih ‘ngejomblo”, wah rasanya jadi makhluk paling hina sedunia. Lebih bencana lagi kalau digelari STMJ (semester tujuh masih jomblo), streesss.

Sobat, persoalan mencari pasangan kayaknya udah jadi menu wajib kaum remaja untuk menyatakan cinta. Kalau pada zaman kakek atau nenek kita remaja dulu, pertama kali menyatakan cinta pada gadisnya, kayaknya diam-diam aja tuh, dan kalau ditolak, tidak ada yang tahu. Malu kalau ketahuan semua teman-teman. Tapi, remaja sekarang (ABG) lebih agree. Cuek aja lagi menyakatakan cintanya kepada lawan jenis, yang cowok sreg, cewek juga berani malu. Udah begitu, nekat ngambil resiko, kalau cinta ditolak, pEdE azza lagi..

Kita prihatin banget lho. Sebab banyak juga anak cowok yang sejak lama ngincer pujaan hatinya, tapi ga’ berani. Ada yang nekat PDKT, tapi ga siap kalau dia ditolak. Parahnya, malah ada yang sampe punya gelar PMDK (pendekatan melulu dapet kagak). Ada lagi yang SPMB (apaan ni)..? Kalau yang ini (seleksi penerimaan mahasiswa baru), ya udah, kalau ga diterima PMDK, ikut SPMB aja lagi..

MENGENANG PAHWALAN WANITA

Jikalau kita berbicara tentang Pahlawan, semua negara memilikinya, tak terkecuali Indonesia. Bulan April khususnya tanggal 21 mengingatkan kita akan perjuangan gender, siapa lagi kalau bukan Raden Ajeng Kartini. Kartini merupakan pahlwan nasional yang gigih, mempertahankan dan memperjuangan nasib bangsa terlebih lagi kaum Hawa. Sayang, beliau sudah tiada. Dalam usia yang sangat muda, beliau meninggalkan kita, yaitu pada usia 25 tahun.

Meskipun hidup di lingkungan kadipaten, Kartini tetaplah Kartini. Penampilan yang bersahaja dan sederhana, pemikirannya tentang nasib bangsa yang tengah berada di bawah tekanan tetap menjadi PR semasa hidupnya. Beliau banyak mengorbankan, waktu, tenaga, dan bahkan materi demi membantu perjuangan rakyat. Ratusan atau bahkan ribuan surat yang telah ditulis oleh beliau yang dikirimkan kepada sahabat maupun kawan-kawannya menjadi sebuah pemikiran tentang nasib rakyat. Kalau dibahasakan seperti sekarang “Rakyat Indonesia Mau Dibawa Kemana?”.

Tulisan yang terangkum dalam sebuah buku “Habis Gelap Terbitlah Terang” merupakan lambang perjuangannya. Itulah sebab setiap datangnya tanggal 21 April beliau dikenang jasa dan pengorbanannya. Harapan kita di era yang serba mewah, praktis, dan flexible sekarang ini, Kartini-Kartini muda muncul dan berkembang di Negara tercinta ini. (em-gee). 

Kamis, 21 April 2011

UJIAN NASIONAL SMA/ SEDERAJAT TAHUN 2010 TUNTAS

Berbicara masalah Ujian Nasional (Unas) Tahun 2010/ 2011 khususnya untuk tingkat Sekolah Menengah Atas/ sederajat tuntas sudah pada hari ini, Kamis 21 April Tahun 2011. Murid-murid SMA yang telah menyelesaikan Unas pun sudah melepas beban terberat selama pendidikan, meskipun belum ada keputusan yang mereka diterima. Lulus maupun tidak lulus. Yang jelas, pelaksanaan Ujian Nasional untuk tahun ini “clar”, tinggal menunggu hasil. 
Pelaksanaan Ujian Nasional pada tahun ajaran ini bisa dikatakan mulus, meskipun pada kebiasaannya terdapat beberapa masalah-masalah teknis, namun tetap bisa ditanggulangi oleh panita maupun pengawas ujian. Dan tidak terdengar lagi isu-isu santer tentang bocornya soal-soal ujian, penjual-belian soal ujian, yang dilakukan oleh orang-orang yang berkepentingan. Semoga sukses semua (em-gee). 

Rabu, 20 April 2011

BATULAYAR DEMO LAGI

 
 
Kalau kita berbicara SAPTA PESONA, Kecamatan Batulayar memilikinya. Ramainya kunjungan wisata ke Makam Batulayar, Indah dan sejuknya pantai Senggigi hingga Mangsit sudah biasa terdengar, tidak hanya dirilis oleh media local saja, melainkan menarik minat wisatawan local maupun mancanegara.  Namun apa yang ada di balik pesona Batulayar itu menjadi focus bahasan kali ini. 
Kisruhnya wilayah yang sedang dipimpin oleh Drs. Mujitahidin ini, hampir belum menemukan benang merah. Agenda demo alias tuntutan masyarakat tak pernah terhenti. Demonstrasi kembali terjadi hari ini. Penyampaian aspirasi masyarakat Batulayar Induk yang sebelumnya direncanakan saat Peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 Kabupaten Lombok Barat yang jatuh pada Minggu 17 April beberapa hari yang lalu meledak 3 hari setelahnya. Kali ini masyarakat yang dikerahkan untuk menemui orang nomor satu di Batulayar berjumlah lebih besar dari demo-demo sebelumnya. 
Kedatangan masyarakat yang dikawal langsung oleh Kepala Desa terpilih (H.M. Nur Taufiq) pada 10 Januari 2011, sempat ricuh di Kantor Camat Batulayar. Mereka meminta Camat untuk untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di wilayah Batulayar yang terkait masalah batas wilayah dan tuntutan pemekaran desa dibatalkan. Beberapa aksi yang dilakukan oleh masyarakat, seperti memblokir jalan, dan sempat kejar-kejaran dengan aparat, hingga mempersiapkan peralatan untuk menyegel Kantor Camat Batulayar. Imbasnya, pelayanan masyarakat sejak tadi pagi diminimalisir
Berbagai cercaan, ungkapan tidak senonoh terhadap Camat, Drs. Mujitajidin tak dapat dihindarkan. Sayangnya, pendemo yang berdatangan sejak jam 10 pagi, belum menemui Camat dikarenakan menghadiri acara di tempat terpisah. Sekitar pukul 13:00 Wita Drs. Mujitahidin tiba dan dengan kawalan ketat dari aparat Kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Lombok Barat, Satuan Brimob, dan unsure-unsur lainnya.
Di tempat terpisah, masyarakat meninting tak ketinggalan berdemo. Dengan tuntutan yang sama, mereka menuntut Kades Terpilih (Mahnan Harianto) segera mundur dari jabatannya. Dikabarkan pendemo juga sempat memblokir jalan raya setempat (em-geee).

Senin, 18 April 2011

UJIAN NASIONAL DI SMA BATULAYAR AMAN-AMAN SAJA

Sejak kemarin merupakan hari yang menegangkan bagi siswa-siswi kelas III SMA/ SMU/ MA. Alasannya adalah bahwa pada hari ini mereka akan melangsungkan Ujian Nasional (UN). Ujian yang digelar secara serentak ini, di SMA Batulayar misalnya, tidak ada tanda-tanda yang membuat siswa-siswi berkeluh kesah terhadap soal-soal yang akan, sedang, dan telah dijawab.
Biasanya, kalau pada zaman-zaman atau tahun sebelumnya, sering terdengar suara “mencari tahu soal” atau bahkan ada yang sengaja mencari info tentang bocornya soal. Parahnya lagi, ada sebagian dari siswa-siswi yang percaya dengan tukang tadah (orang yang menjual) soal-soal ujian. Tegang memang ketika mendengar kata Ujian Nasional. Itu sangat wajar mengingat Ujian merupakan tanda (symbol) dari akhir sebuah pendidikan. Jika ujian sudah lulus, mengindikasikan pendidikan selama di sekolah berhasil dengan baik. Semoga Sukses…..

HUT KE-53 LOMBOK BARAT DI BATULAYAR


Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Lombok Barat yang bertepatan pada hari Minggu 17 April 2011 di Kecamatan Batulayar berlangsung khidmat. Isu demo yang akan mewarnai peringatan hari jadinya Kabupaten Lombok Barat tak kunjung tiba. Syukurlah semua urusan yang berkaitan dengan pelaksanaan Upacara Bendera berlangsung lancar. Meskipun demikian terdapat beberapa insiden di tengah-tengah berjalannya acara.
Kejadian tersebut berlangsung sekitar ± 5 menit di saat Inspektur upacara sedang membacakan Amanat Bupati Lombok Barat. Pingsannya dua siswa Sekolah Dasar Negeri 1 Meninting yang kebetulan bertugas sebagai pemukul Drum Band, dan ditambah dengan salah seorang siswi SMA 1 Batulayar yang pingsan dikarenakan kelelehanan.
Beruntung kejadian tersebut tidak menggangu berlangsungnya acara dikarenakan petugas P3K dari Puskesmas Meninting bisa mengatasi mereka. Peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 Kabupaten Lombok Barat yang bertepatan dengan hari libur tersebut di-inspekturi-kan langsung oleh Camat Batulayar (Drs. Mujitahidin.
Hanya saja kesan penulis saat peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 tersebut tidak terlalu ramai dan meriah. Mungkin sebabnya karena kebanyakan peserta yang seharusnya mengikuti upacara tidak sedang mood, atau tidak sedang berada di tempat (liburan).

Jumat, 15 April 2011

BATULAYAR in CONFLICT

 

Batulayar merupakan salah satu Kecamatan yang dilingkupi Pemerintah Kabupaten Lombok Barat Propinsi Nusa Tenggara Barat. Wilayahnya meliputi 6 (enam) Desa yaitu; Desa Sandik, Meninting, Batulayar, Senteluk, Senggigi dan Desa Lembahsari. Namun pada tanggal 23 Maret 2011, wilayah Batulayar melebar menjadi 9 (sembilan) Desa setelah adanya pengukuhan Desa persiapan. Adapun Desa-desa tambahan tersebut antara lain; Desa Batulayar Barat (sebelumnya Desa Batulayar), Desa Pusuk Bengkaung dan Desa Pusuk Lestari.
Kalau kita berbicara Aset atau Pendapatan Asli Daerah (PAD), Batulayar mungkin pantas dinomor-satukan. Pasalnya, icon pariwisata terbesar di Kabupaten Lombok Barat dibawah bendera Batulayar. Namun apa yang sedang terjadi sekarang, conflict berkepanjangan di Batulayar merebak bak jamur di musim hujan. Hilang satu tumbuh seribu. Begitulah realitas Batulayar. Problematikanya hampir tidak pernah tuntas, dan itu sebuah PR.
Permasalahan-permasalahan dari level kecil, menengah, hingga yang paling caliber pernah dihadapi oleh siapa saja yang pernah singgah di Batulayar. Yang dapat penulis tangkap dari beberapa konflik yang bermunculan di Batulayar adalah; Tanah Pecatu Dusun Kongok Desa Meninting, Pilkades Meninting, Pemekaran Desa Batulayar, rencana pembangunan Sekolah Salafi di Dusun Batulayar, hingga Permasalan (conflict) antar Café pun ambil bagian.
Besok, Minggu 17 April 2011 merupakan Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-53 Kabupaten Lombok Barat diisukan bahwa Apel Perayaan tersebut akan diwarnai oleh Demo. Demo yang akan digelar besok “hampir bisa dipastikan” terjadi dengan adanya surat yang dikirim pada hari Kamis tanggal 14 April 2011. Demo yang ketiga kalinya dilakukan oleh Masyarakat Desa Batulayar Induk guna meminta tuntutan yang hingga kini belum terselesaikan secara pasti.